Selasa, 28 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Sosok Mohammed Deif, Komandan Brigade Al Qassam Hamas Sang Mastermind Serangan ke Israel

Mohammed Deif adalah pemimpin sayap militer Hamas yang juga salah satu orang paling dicari oleh Israel.

Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS/Global Research
Mohammed Deif (tengah), komandan Brigade Izzudin Al-Qassam Hamas yang diburu Zionis Israel. 

SERAMBINEWS.COMMohammed Deif adalah salah satu sosok yang disebut paling bertanggung jawab atas operasi Hamas baru-baru ini.

Serangan dadakan Hamas, yang dikenal sebagai Operasi Badai Al Aqsa, pada Sabtu (7/10) kemarin benar-benar membuat Israel murka.

Israel kemudian membalas serangan itu dengan tak kalah galaknya.

Mohammed Deif adalah pemimpin sayap militer Hamas yang juga salah satu orang paling dicari oleh Israel.

Sejumlah laporan media Barat menyebut, mastermind (dalang) di balik serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada Sabtu adalah sosok sangat tertutup.

Begitu tertutupnya sampai-sampai cuma sedikit foto dan gambar dari pemimpin pejuang Hamas tersebut yang diketahui.

Dalam beberapa peristiwa, sosok ini hanya ditampilkan dalam bentuk siluet bayangan yang kadang-kadang digunakan dalam demonstrasi.


Sosok yang dimaksud laporan tersebut adalah Mohammed Deif.

Mohammed Deif adalah komandan tertinggi sayap militer Hamas di Jalur Gaza.

"Sayap militer Hamas ini dikenal sebagai Brigade Izzedine al-Qassam," menurut Departemen Luar Negeri AS.

Mohammed Deif (tengah), komandan Brigade Izzudin Al-Qassam Hamas yang diburu Zionis Israel.
Mohammed Deif (tengah), komandan Brigade Izzudin Al-Qassam Hamas yang diburu Zionis Israel. (SERAMBINEWS/Global Research)

Pada 2015, pemerintah AS menetapkan Mohammed Deif berstatus sebagai teroris internasional, sebuah status yang menjadi pertanyaan bagi sebagian besar warga Palestina.

Tuduhan AS itu lantaran Deif dianggap bertanggung jawab mengerahkan pelaku bom bunuh diri dan melakukan penculikan terhadap tentara Israel.

"Selama Perang Gaza pada tahun 2014, Deif memimpin strategi ofensif Hamas," kata Departemen Luar Negeri.

Meskipun perannya penting dalam beberapa serangan Hamas yang paling terkenal, Deif tetaplah sosok yang sulit dipahami.

"Lokasi tepatnya dia tidak diketahui dan dia tidak muncul di depan umum," menurut laporan The Associated Press.

Bahkan nama aslinya belum dapat dikonfirmasi, The Washington Post melaporkan.

Reuters, mendeskripsikan Mohammed Deif sebagai pria berusia 20 tahunan dan hanya sedikit gambar dan foto dirinya diketahui.

Gambar-gambar terkait sosok misterisu ini, kata laporan itu termasuk sebuah foto seseorang mengenakan topeng dan siluet bayangan yang diyakini milik pemimpin militer tersebut.

Siluet tersebut sebelumnya digunakan dalam demonstrasi pada Agustus 2014, yang menunjukkan dukungan terhadap militan Hamas yang melawan pasukan Israel.

Hanya sedikit gambar Mohammed Deif, pemimpin serangan Hamas dari Brigade Al Qassam terhadap Israel, termasuk siluet bayangan dari sosok yang sulit ditangkap.

Baca juga: Sosok Mohammed Deif Pemimpin Sayap Militer Hamas Yang Paling Dicari Israel, Dijuluki Kucing 9 Nyawa

Langka, Mohammed Deif Keluarkan Pernyataan 

Para pejabat Israel mengatakan serangan Hamas sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB.

Setidaknya 1.500 warga Palestina juga telah meninggal, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Pada Sabtu (7/20/2023), hari terjadinya serangan Hamas, saluran TV Hamas mengumumkan kalau Mohammed Deif akan mengeluarkan pernyataan yang jarang terjadi.

"Ini memberi isyarat kepada warga Palestina bahwa sesuatu yang penting akan segera terjadi," menurut laporan Reuters.

Pernyataan itu telah direkam sebelumnya dalam kaset audio dan disiarkan.

Dalam rekaman itu, Mohammed Deif menyebut serangan tersebut merupakan respons atas tindakan Israel terhadap warga Palestina yang menyebut operasi Hamas sebagai "Banjir Al-Aqsa" atau "Operasi Badai Al-Alqsa".

Ungkapan tersebut merujuk pada Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, yang dianggap sebagai situs tersuci ketiga umat Islam.

Lokasi tersebut sering menjadi titik pertikaian antara Israel dan Palestina. Pada bulan April, polisi Israel menyerbu masjid tersebut, menyebabkan puluhan jamaah terluka.

"Pejuang yang saleh, ini adalah harimu untuk mengubur musuh kriminal ini. Waktunya telah berakhir. Bunuh mereka di mana pun kamu menemukannya," kata Mohammed Deif dalam rekaman audio, menurut The New York Times.

"Singkirkan kotoran ini dari tanahmu dan tempat sucimu. Bertarunglah dan para malaikat akan berperang bersamamu," ujar suara dalam rekaman itu.

Salah satu sumber Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa Deif dan Yahya Sinwar, pemimpin lain Hamas di Gaza, menyerukan untuk mempersiapkan serangan terhadap Israel.

"Namun, Mohammed Deif adalah "mastermind" operasi tersebut," kata sumber itu.


Ground Fighting, Israel Mau Masuk Gaza

Israel, sebagai tanggapannya, secara resmi menyatakan perang terhadap Hamas pada Minggu dan sejak itu memimpin pemboman tanpa henti di Jalur Gaza selama beberapa hari terakhir.

Para pejabat PBB telah memperingatkan bahwa konflik tersebut akan menyebabkan bencana kemanusiaan di wilayah yang selama ini bergantung pada bantuan dari Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengumumkan pada hari Senin bahwa pasokan makanan, bahan bakar, dan listrik akan diputus dari wilayah tersebut.

Lebih dari 2,3 juta warga sipil di Gaza tidak dapat keluar karena satu-satunya jalan keluar yang memungkinkan melalui rute menuju Mesir diblokir.

Militer Israel mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka sedang mempersiapkan lebih dari 350.000 tentara cadangan untuk kemungkinan perang darat di Gaza, meskipun keputusan untuk menyerang jalur seluas 140 mil persegi tersebut belum dibuat.

Baca juga: Gaza Hancur Dibombardir Israel: "Jika Genset Mati, Rumah Sakit di Gaza Akan Jadi Kuburan Massal"

Sepak Terjang Mohammed Deif

Menurut laporan Financial Times, darah perlawanan Deif ternyata diwariskan dari paman dan ayahnya.

Keduanya, sebut FT, pernah terlibat dalam serangan bersenjata tentara Palestina ke wilayah yang sama diserang oleh Hamas Sabtu kemarin pada 1950-an.

Hamas sendiri baru berdiri pada akhir 1980-an, seiring dengan munculnya gerakan Intifada pertama di Palestina.

Pusat gerakan kelompok militan ini berada di Tepi Barat dan Jalur Gaza--yang ditaklukkan Israel pada 1967 selama Perang Arab-Israel.

Saat gerakan intifada pertama itu, Deif masih berusia 20an tahun.

Ternyata Deif pernah dipenjara oleh otoritas Israel karena dianggap bertanggung jawa atas tewasnya puluhan orang akibat bom bunuh diri pada 1996.

Saat itu, lebih dari 50 warga sipil tewas.

Bom bunuh diri itu adalah respon dari Perjanjian Damai Oslo yang ditandatangani awal 1990an antara Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Perjanjian tersebut bertujuan untuk mewujudkan penentuan nasib sendiri bagi Palestina, dalam bentuk negara Palestina yang berdampingan dengan Israel.

Tapi Hamas menentang perjanjian itu dengan alasan bahwa dalam perang Arab-Israel 1948, Israel menguasai wilayah Palestina.

Perjanjian tersebut, menurut Hamas, secara efektif berarti hilangnya wilayah bagi Palestina.

“Deif disebut belajar di bawah bimbingan Yahya Ayyash, pembuat bom dengan julukan 'Insinyur' yang dibunuh Israel pada 1996 dengan ponsel yang berisi bahan peledak,” kata laporan FT.

Deif kemudian tergabung dalam Brigade Qassam, sayap militer Hamas.

Menurut laporan BBC, meskipun baru menjabat sebagai komandan sayap militer Hamas di Gaza pada Juli 2002, Deif telah berada di urutan teratas daftar “paling dicari” Israel selama bertahun-tahun.

Tapi Deif selalu lolos dari upaya pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Israel.

Pada tahun dia menjadi komandan Hamas, sebuah helikopter Israel menembakkan rudal ke sebuah mobil dekat Kota Gaza yang menewaskan dua anggota Hamas.

Sedikitnya 40 orang lainnya, termasuk 15 anak-anak, terluka dalam serangan tersebut.

Tak hanya Israel, Amerika Serikat juga memburunya.

Tak tanggung-tanggung, Departemen Luar Negeri AS bahkan telah melabelinya sebagai teroris.

“Selama konflik tahun 2014 antara Israel dan Hamas, Deif adalah dalang strategi ofensif Hamas,” menurut keterangan Deplu AS.

Pada 2014, Israel mengonfirmasi bahwa mereka mencoba membunuh Deif dengan menyerang sebuah rumah yang diyakini telah menewaskan istri dan putra Deif yang berusia 7 tahun.

Ketika itu, The New York Times mengutip Ronen Bergman, jurnalis Israel spesialis urusan keamanan.

Dia bilang, "Deif adalah satu-satunya tokoh militer utama di Hamas yang bertahan begitu lama."

Bergman menambahkan: "Fakta bahwa dia mampu lolos dari berbagai upaya pembunuhan dan pulih dari cedera parah telah membangun citra dan prestisenya sebagai legenda antipeluru."

Selama tahun 2000-an, Deif selamat dari empat upaya pembunuhan oleh Israel walau harus menderita luka-luka parah.

Termasuk kehilangan salah satu mata dan beberapa bagian tubuhnya, menurut laporan dari Israel.

Mantan kepala dinas intelijen IDF mengungkapkan parahnya luka-luka yang dialami Deif setelah serangan udara Israel atas rumah seorang anggota Hamas pada 2006.

"Banyak yang mengira dia tidak akan bisa lagi berfungsi sebagai pemimpin dan perencana militer," kata pensiunan jenderal Israel itu kepada BBC.

"Tapi dia bisa pulih semampunya. Walau hilang satu mata, ya sudah hilang saja."

Selamatnya Deif dari beberapa kali upaya pembunuhan Israel itulah yang membuat dia berjuluk "kucing dengan sembilan nyawa" di kalangan musuh-musuhnya.

Upaya pembunuhan kelima atas Deif terjadi saat operasi militer Israel di Gaza pada 2014.

Seperti disebut di atas, meski berhasil lolos dari maut, serangkaian serangan itu disebut telah membuat Deif harus menghabiskan hari-harinya di atas kursi roda.

Dia kehilangan satu kakinya, sementara sumber lain menyebut dia juga telah kehilangan satu matanya.

Masih menurut Financial Times, mengutip para pejabat Israel, Deif juga telah menargetkan sasaran-sasaran berdampak besar di Israel.

Seperti pemukiman dan tentara di wilayah pendudukan, bus-bus di Jerusalem dan Tel Aviv.

"Di Hamas, kata pejabat itu, Deif adalah lawan yang rumit ...," tulis FT.

 

Baca juga: Kasus Stunting di Simeulue Naik, ini Penyebabnya

Baca juga: Peringati HUT Ke-72 Humas Polri, Polres Nagan Raya Tanam Pohon, Warga Juga Diharap Peduli Lingkungan

Baca juga: VIDEO - Terminal  Bus Bireuen Dialihkan ke Terminal Geulumpang Payong

Sudah tayang di Tribunnews.com: Sosok Misterius Mohammed Deif, Komandan Brigade Al Qassam Hamas Sang Mastermind Serangan ke Israel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved