Breaking News

Berita Viral

Cerita Lengkap Guru SMA di Kepri Tampar Murid, Berawal dari Gedor Pintu: Gubernur Turun Tangan

Murid yang dituduh itu membantah kalau dirinya menggedor pintu yang menjadi sumber keributan antara keduanya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Cerita Lengkap Guru SMA di Kepri Tampar Murid, Berawal dari Gedor Pintu: Gubernur Turun Tangan 

Cerita Lengkap Guru SMA di Kepri Tampar Murid, Berawal dari Gedor Pintu: Gubernur Turun Tangan

SERAMBINEWS.COM – Begini cerita lengkap seorang guru SMA di Kepulauan Riau menampar muridnya.

Aksi guru SMA menampar muridnya ketika jam pelajaran sedang berlangsung, viral di media sosial.

Dalam sebuah video yang viral, terlihat seorang guru pria dan murid SMA terlibat cekcok di koridor sekolah.

Aksi keributan tersebut juga disaksikan oleh belasan siswa lainnya.

Terdengar guru berseragam cokelat PNS meninggikan suaranya, seperti membentak sang murid.

"Siapa yang gedor, saya tanya baik-baik," ucap guru itu, dikutip pada Kamis (19/10/2023).

Baca juga: Viral Bocah Palestina Kenakan Kaos Bertuliskan Aceh dan Petanya, Juga Lancar Bicara Bahasa Indonesia

Murid yang dituduh itu membantah kalau dirinya menggedor pintu yang menjadi sumber keributan antara keduanya.

Sang guru menganggap gedoran pintu tersebut telah mengganggu berlangsungnya proses belajar mengajar.

Kemudian, murid tersebut protes karena merasa sang guru menampar dirinya.

"Kok bapak nampar pak, saya bilang nggak tau, bukan saya pak," ujar murid pria itu.

"Hei saya kan nggak nampar, saya tanya kamu siapa yang gedor," balas guru tersebut.

Video cekcok tersebut sudah beredar luas di lini masa media sosial.

Video seorang guru tampar murid viral di medsos
Video seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), yang diduga menampar muridnya karena mengganggu proses belajar mengajar viral di media sosial (Medsos).

Baca juga: Ngeri, 11 Murid SD di Situbondo Sayat Tangan Sendiri dengan Silet, Terinspirasi Konten TikTok

Usut punya usut, peristiwa itu terjadi di SMK Negeri 1 Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), pada Selasa (17/10/2023) lalu.

Kepala SMKN 1 Tanjungpinang, Delisbeth membenarkan peristiwa tersebut terjadi di sekolahnya.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari adanya suara gedoran pintu yang cukup kuat.

Suara tersebut terdengar oleh guru berinisial ST yang sedang mengajar di kelas X.

Merasa terganggu dengan adanya suara tersebut, ST berinisiatif mendatangi murid kelas XI berinisial R.

Adu mulut di antara keduanya pun tidak terhindarkan sehingga menarik perhatian murid dan guru lainnya.

"Anak-anak di dalam kelas kaget. Lalu, guru keluar dan bertanya kepada siswa yang menggedor," ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/10/2023), dikutip dari TribunBatam.

Menurut Delisbeth, peristiwa itu hanya sebatas salah paham yang membuat ST terpancing emosi.

Baca juga: Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam

"Salah paham, ada sebabnya kenapa guru agak meninggi suaranya, beliau terganggu dengan siswa yang berada di luar," jelas Delisbeth.

Mengenai adanya dugaan guru menampar murid, Delisbeth mengaku belum mengetahui pasti.

Hal itu karena ada pengakuan berbeda antara kedua belah pihak.

"Versinya beda-beda, guru bilang nggak. Siswanya bilang iya. Tapi saksi lain, bilang hanya dipegang saja," kata Delisbeth.

Setelah kejadian itu, Delisbeth pun mengadakan mediasi antara guru dan murid.

Keduanya pun sepakat berdamai secara kekeluargaan.

 

Gubernur Kepri Turun Tangan

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pihaknya akan mencari tahu penyebab terjadinya perbuatan yang sempat viral itu.

"Secepatnya saya cek, tentunya ada sebab akibatnya hingga hal itu terjadi," kata Ansar pada Kamis (19/10/2023), dikutip dari Kompas.com.

"Saya akan minta penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri," tambah Ansar.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung membenarkan adanya kejadian yang berakhir viral tersebut.

Tetapi, Andi juga mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab terjadinya perbuatan itu.

"Saya sudah langsung mengutus Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) ke SMKN 1 Tanjungpinang,”

“Kemarin mereka sudah melakukan rapat kecil untuk mencari solusinya," ungkap Andi.

Baca juga: Siswa SMP Dipukuli Kakak Kelas hingga Masuk ke Rumah Sakit, 5 Saksi Diperiksa, Begini Kondisi Korban

Andi menjelaskan hal ini hanyalah kesalahpahaman saja, tapi Dinas Pendidikan Kepri akan mencarikan solusi yang terbaik agar hal-hal seperti ini tidak meski terjadi kembali.

"Yang paling utama akan dilakukan pembinaan, karena bagaimanapun pendidikan terhadap siswa terutama di lingkup SMA sederajat harus mengedepankan etika,”

“Sebab penanganan anak di bawah umur dilarang menggunakan kekerasan," terang Andi.

"Ke depan kami berharap agar kedepan guru dan anak-anak didik selalu mengedepankan etika, tidak jaman lagi menggunakan kekerasan,

“tidak saja guru, anak didik juga kami minta untuk intropeksi diri, karena apa yang terjadi ini, merupakan citra buruk untuk dunia pendidikan di Kepri," pungkas Andi. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved