Berita Viral

Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam

Ketika ditanya alasan para siswa menyayat tangannya sendiri, mereka mengungkapkan bahwa depresi karena berbagai permasalahan.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
(Foto Ilustrasi) Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam 

Depresi Akibat Pacar dan Orangtua, 76 Siswa di Satu SMP Magetan Sayat Tangannya dengan Benda Tajam

SERAMBINEWS.COM, MAGETAN – Ngeri! Sebanyak 76 siswa di satu SMP di Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyayat tangannya sendiri dengan menggunakan benda tajam.

Hal ini berdasarkan temuan Dinas Kesehatan Magetan yang melakukan screening secara rutin pada siswa.

Ketika ditanya alasan para siswa menyayat tangannya sendiri, mereka mengungkapkan bahwa depresi karena berbagai permasalahan.

Adapun permasalahan tersebut berupa masalah dengan orangtua hingga asmara percintaan.

Kini kasus 76 siswa di satu SMP di Magetan yang menyayat tangannya sendiri sudah ditangani oleh Dinas Kesehatan.

Mereka nantinya akan mendapatkan Bimbingan Konseling.

Kepala Dinas Kesehatan Magetan, dr. Rohmat Hidayat menjelaskan saat dilakukan screening, petugas menemukan adanya luka sayatan pada lengan siswa siswi di SMP tersebut.

Baca juga: Pilu! Mahasiswi Akhiri Hidup di Hari Wisuda, Sempat Undang Teman Melayat Tapi Ditertawakan

Ilustrasi
Ilustrasi (Dokumentasi Arie)

"Setelah ditanya sama petugas penyebabnya apa. Jawaban mereka ini mengejutkan sekali, bilangnya sengaja melukai tangannya sendiri dengan benda tajam karena ada permasalahan," kata Rohmat saat dikonfirmasi, Rabu (18/10/2023), dikutip dari TribunJatim.

Rohmat menambahkan, mereka menyanyat lengannya dengan sejumlah benda tajam seperti pecahan kaca, jarum, hingga pengaris.

“Tentu mengejutkan, pasalnya peristiwa remaja yang masih duduk di bangku SMP berani menyayat lengan itu dalam jumlah massal,” jelasnya.

“Pengakuan mereka sengaja menyayat lengannya dengan benda tajam karena depresi, permasalahan dengan orang tua hingga percintaan. Tepatnya ada persoalan dengan pacar,” ungkapnya.

Meski luka sayatan tidak sampai urat nadi, lanjut dia, namun perilaku tersebut kurang baik dan perlu diwaspadai.

Baca juga: Kematian Brigpol SH Bukan Akhiri Hidup, Ajudan Kapolda Kaltara Itu Tertembak, Ini Sikap Keluarga

“Psikologi mereka ada yang salah, tidak menutup kemungkinan lambat laun bila dibiarkan akan berbahaya. Bisa berbuat lebih nekat,”

“Misalnya hingga menyayat sampai pada urat nadi jika ada permasalahan. Perlu ada pembinaan," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved