Berita Aceh Utara

Tiga Peran Penting Jurnalis Saat Hadapi Pemilu

Anggota Majelis Etik AJI Indonesia Abdul Manan menerangkan tiga peran penting jurnalis dalam pemilu yakni, edukasi publik, kontrol sosial, dan informa

Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM/HO
Badan Pengguji UKJ, Budi Santoso Budiman, saat memberi workshop etika dan profesionalisme jurnalistik di Lido Graha, Aceh Utara, Jumat (3/11/2023) 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, menyebut tiga peran penting jurnalis saat pemilu 2024.

Anggota Majelis Etik AJI Indonesia Abdul Manan menerangkan tiga peran penting jurnalis dalam pemilu yakni, edukasi publik, kontrol sosial, dan informasi.

"Jurnalis menjadi pemberi edukasi kepada masyarakat terkait kepemiluan, dan calon-calon legislatif yang bertarung," ujarnya dalam workshop jurnalistik etika dan profesionalisme, Jumat (3/11/2023).

Dengan adanya edukasi masyarakat mengetahui siapa saja calon yang akan dipilih, bagaimana pemikirannya, rekam jejak kepemimpinan peserta pemilu. Sehingga menciptakan pemilih yang pintar dan pemilu yang unggul.

Tugas jurnalis selanjutnya adalah sebagai kontrol sosial, untuk mencegah penyimpangan, dengan adanya kontrol hal-hal yang bersifat menyimpang akan mengarah sesuai norma dan nilai.

Sedangkan tugas yang ketiga yakni Informasi, jurnalis menyampaikan informasi terkait pemilu yang akurat, berimbang dan tidak berpihak kepada salah satu partai atau kelompok politik tertentu.

"Apalagi tahun politik banyak informasi hoax yang bertebaran dimana-mana dan jurnalis harus memverifikasi dulu informasi tersebut," katanya.

Ia mencontohkan berita tentang Sudirman Said yang menyebabkan banyak media harus menarik kembali beritanya dikarenakan informasi tersebut tidak benar.

"Dalam kasus itu media tidak mengkonfirmasi Sudirman Said terkait pernyataannya tentang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Mayor karbitan" jelasnya.

Tidak lama setelah viral, Sudirman Said pun mengeluarkan pernyataan bahwa ia tidak pernah mengatakan AHY Mayor karbitan. hal membuat banyak media ramai-ramai menghapus kembali berita yang telah tayang.

Permasalahan itu juga ditanggapi oleh Dewan Pers, bahwa informasi tersebut hoax dan tidak benar. "Dari pengalaman itu kita harus mengedepankan verifikasi informasi aga terhindar dari penyebaran hoax," paparnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved