Senin, 27 April 2026

Salam

Stop Hoax, Palestina Butuh Dukungan Kita

“LEDAKAN dahsyat di Israel yang disembunyikan.” Begitu-lah judul sebuah satu video yang beredar luas di media sosial, terutama grup WhatsApp dalam dua

Editor: mufti
Bashar TALEB / AFP
Pemandangan udara menunjukkan kompleks rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada 7 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. 

LEDAKAN dahsyat di Israel yang disembunyikan.” Begitu-lah judul sebuah satu video yang beredar luas di media sosial, terutama grup WhatsApp dalam dua hari ini.

Video itu memvisualisasi tentang beberapa ledakan maha-dahsyat yang menghancurkan bangunan dan kota-kota. Suara jeritan perempuan dan anak-anak mengiringi ledakan dahsyat dalam rekaman kamera itu. “Ayo teman-teman sebarkan video ini sebelum pihak Tiktok memblokir akun saya lagi,” tulis si pembuat video di cover video itu.

Dan, benar saja, video ini pun beredar luas di media so-sial, terutama fasilitas berbagi pesan WhatsApp, sampai ke Aceh. Seperti biasa, dibumbui dengan tambahan narasi dari si pengirim video. Misalnya: “Terbaru... Serangan rudal Ha-mas berhasil menimpa gudang senjata Israel yang beritanya sengaja disembunyikan oleh Barat. Ayoo.. diviralkan !!!”. Atau “Alhamdulillah, rudal Hamas jatuh ke gudang nuklir Is-rael, Israel hancur lebur.”

Sekilas, bagi yang sudah terbiasa melihat proses produk-si video, akan langsung tahu bahwa video itu hoax, dan me-rupakan kompilasi dari video peristiwa nyata dengan action dalam film. Serangan rudal mungkin benar adanya, tapi le-dakan dahsyat yang menghancurkan kota terlihat seperti ac-tion dalam film.

Ironisnya, video ini bukan hanya dishare oleh masyarakat awam, melainkan juga oleh para akademisi dengan gelar dok-tor, bahkan profesor. Ini lah yang membuat publik sangat ya-kin akan kesahihan video itu. Jika ada yang berani bilang hoax, akan dianggap antiperjuangan Palestina.

Padahal, semestinya kita lebih bijak dalam mencermati dan menyikapi, sebelum memutuskan untuk menshare video itu. Karena bukannya malah membantu perjuangan rakyat Palesti-na, peredaran video-video yang tidak terverifikasi kebenaran-nya ini bisa saja membuat orang akan “luntur” semangatnya untuk membantu Palestina.

Contohnya, narasi “Alhamdulillah, rudal Hamas jatuh ke gu-dang nuklir Israel, Israel hancur lebur,” yang menyertai pere-daran video ledakan dahsyat “di Israel” akan membuat orang berpikir bahwa Hamas sudah sangat kuat dan bisa membuat Israel sudah hancur lebur. Hingga akhirnya berkesimpulan, Pa-lestina tidak lagi butuh bantuan dunia internasional.

Padahal, bagaimana faktanya? Mengutip Aljazeera, media berbasis di Qatar, hingga saat ini Palestina, terutama Gaza, masih menghadapi serangan brutal Zionis Israel. Pada Kamis (9/11/2023), sebanyak 50.000 warga Palestina meninggal-kan Kota Gaza bagian utara. Mereka berbondong-bondong me-nuju ke Selatan Gaza setelah Zionis Israel membuka kembali jalan Salah el-Din, jalan utama menuju jalur Gaza selatan. Is-rael membiarkan jalan tersebut tetap terbuka selama 5 jam. Meski demikian, tidak ada gencatan senjata.

Sebelumnya, pada Selasa, sebanyak 15.000 orang juga berpindah dari Gaza utara ke Gaza selatan melalui jalan yang sama. Mereka meninggalkan Gaza utara dengan berjalan kaki, sembari mengibarkan bendera putih dan bergerak ke selatan untuk mencari perlindungan yang semakin sulit diperoleh.

"Pada saat yang sama, kami melihat ribuan orang bergerak ke selatan, bukan konvoi mobil. Mereka sedang berjalan. Me-reka mengibarkan bendera putih karena takut diserang. Mere-ka bergerak bersama dalam kelompok besar dengan keyakin-an bahwa jumlah mereka akan aman, dalam perjalanan putus asa ke selatan menuju masa depan yang mereka tidak tahu apa yang akan terjadi," kata kata Alan Fisher dari Al Jazeera.

Pada hari Rabu (8/9/2023), militer Israel memberi waktu empat jam kepada penduduk Gaza utara untuk pergi ke se-latan. Tidak diketahui berapa banyak warga yang masih bera-da di wilayah Kota Gaza. Berdasarkan informasi yang diterima Fisher dari tentara Israel, ada sekitar 100.000 orang tersisa di jalur Gaza utara, dibandingkan dengan sebelumnya menca-pai satu juta orang.

Selain itu, masyarakat Palestina yang berada di jalur Gaza kini terancam terjangkit risiko penyebaran sejumlah penya-kit. Ini merupakan dampak serangan udara yang dilakukan para Zionis.
Maka, sebaiknya saring dulu informasi sebelum sharing. Stop penyebaran hoax, karena rakyat Palestina masih sangat butuh dukungan kita.(*)

POJOK

Penyakit menular ancam ribuan balita
Ya Allah, lindungan dan selamatkanlah mereka

KPI Aceh dukung Raqan Penyiaran
Mudah-mudahan mengakomodir aspirasi para penyiar

Pemerintah Aceh raih penghargaan, dapat insentif Fiskal Rp 5,2 miliar
Selamat, semoga bermanfaat untuk masyarakat

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved