Berita Lhokseumawe
Tim Konsorsium Politeknik dan Kadin Aceh Kunjungi Usaha Manufaktur di Aceh Besar
Tim Konsorsium Politeknik itu terdiri dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dan Politeknik Aceh.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Tim Konsorsium Politeknik Penguatan Kemitraan Vokasi Aceh mengunjungi usaha manufaktur terbaik yang ada di Aceh yakni Consist Product yang berlokasi di Gampong Tanjung, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (14/11/2023).
Tim Konsorsium Politeknik itu terdiri dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dan Politeknik Aceh.
Dalam kunjungan tersebut, tim konsorsium turut didampingi oleh Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Aceh Bidang Vokasi dan Sertifikasi, Teuku Jailani, SE, dan WKU Kadin Aceh Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Hanafiah, SHI.
Kunjungan itu sebagai tindak lanjut untuk penyusunan workforce planning (perencanaan tenaga kerja) dan innovation planning untuk menghasilkan policy brief (ringkasan kebijakan).
“Aceh memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah,” ujar WKU Kadin Aceh Bidang Vokasi dan Sertifikasi dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Selasa (14/11/2023).
Jika dikelola dengan konsep penguatan sumber daya manusia (SDM) dan sinergitas melalui kemitraan antara kampus vokasi, pemerintah, dan dunia usaha atau dunia industri, diyakini akan sangat berdampak kepada pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih maju.
"Alhamdulillah, Aceh memiliki potensi yang sangat melimpah, prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan," urai dia.
"Namun harus disiapkan daya dukung yang kuat yaitu daya dukung SDM yang berkualitas dan daya dukung infrastruktur serta penguatan dunia usaha dan industri melalui kapitalisasi dan investasi," terangnya.
Jailani melanjutkan, pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai demand driven akan mampu menyerap tenaga kerja yang lebih besar di Aceh.
Pada sisi lain, industri-industri pengolahan komoditi potensi utama daerah seperti komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan akan lebih produktif dan tumbuh lebih optimal.
Pada titik ini akan hadir multiplier efek bagi perekonomian daerah.
"Intinya, kolaborasi dan sinergitas kemitraan harus hadir dan harus dibangun mulai dari entitas yang berada di hulu, proses produksi, sampai kepada entitas yang berada di hilir, ‘dari pucok krueng sampo u kuala’," kata WKU Vokasi dan Sertifikasi Kadin Aceh.
Ketua Tim Penguatan Ekosistem Kemitraan Vokasi Aceh, Ir Sariyusda, MT menyampaikan, apresiasi dan terima kasih atas support dan atensi Kadin Aceh.
"Alhamdulillah, Kadin Aceh sangat mensupport program penguatan ekosistem kemitraan vokasi Aceh," ujar Sariyusda yang juga Wakil Direktur III Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi PNL.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-Konsorsium-Politeknik.jpg)