Rabu, 29 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Houthi Yaman Serang Kapal Kargo Israel di Laut Merah dan Sandera 25 Awak

"Semua kapal milik musuh, yaitu Israel, atau berurusan dengannya adalah sasaran yang sah," ujar kelompok Houthi.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/File
Anggota milisi Houthi meneriakkan yel-yel kemenangan di salah satu kawasan Yaman. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM  — Kelompok Houthi Yaman menyerang kapal kargo terkait Israel di rute pengiriman Laut Merah yang penting hari Minggu, (19/11/2023) dan menyandera 25 awaknya.

Kejadian ini memunculkan kekhawatiran bahwa ketegangan regional yang meningkat akibat perang Israel-Hamas kini bermain di medan maritim baru.

Kelompok Houthi yang didukung Iran mengatakan mereka menyandera kapal tersebut karena keterkaitannya dengan Israel dan akan terus menargetkan kapal di perairan internasional yang terkait atau dimiliki oleh warga Israel hingga akhir serangan Israel terhadap Gaza, seperti laporan Associated Press, Senin, (20/11/2023).

"Semua kapal milik musuh, yaitu Israel, atau berurusan dengannya adalah sasaran yang sah," ujar kelompok Houthi.

Mohammed Abdul-Salam, juru bicara dan negosiator utama Houthi, kemudian menambahkan dalam pernyataan daring bahwa orang Israel hanya memahami "bahasa kekerasan."

"Penyanderaan kapal Israel ini adalah langkah nyata yang membuktikan seriusnya pasukan bersenjata Yaman dalam melancarkan pertempuran laut, terlepas dari biaya dan konsekuensinya," ujarnya. "Ini baru awal."

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan Houthi atas serangan terhadap kapal bernama Galaxy Leader yang berbendera Bahama, sebuah kapal pengangkut kendaraan yang terafiliasi dengan seorang miliarder Israel.

Baca juga: VIDEO - Houthi Yaman Jegal Drone MQ-1 Predator AS, Pesawat Terbakar di Udara

 
Netanyahu mengatakan 25 awak kapal memiliki berbagai kewarganegaraan, termasuk Bulgaria, Filipina, Meksiko, dan Ukraina, tetapi tidak ada warga Israel di kapal tersebut.

Houthi mengklaim mereka memperlakukan awak kapal "sesuai dengan nilai-nilai Islam," tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kantor Netanyahu mengutuk penyanderaan tersebut sebagai "tindakan teror Iran." Militer Israel menyebut pembajakan ini sebagai "insiden global yang sangat serius."

Pejabat Israel bersikeras kapal tersebut dimiliki Inggris dan dioperasikan Jepang.

Namun, data kepemilikan dalam basis data pelayaran umum terkait pemilik kapal dengan Ray Car Carriers, yang didirikan oleh Abraham "Rami" Ungar, yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Israel.

Ungar mengatakan kepada Associated Press, ia mengetahui insiden tersebut tetapi tidak dapat memberikan komentar karena menunggu detail lebih lanjut.

Dua pejabat pertahanan AS mengonfirmasi bahwa pemberontak Houthi merebut Galaxy Leader di Laut Merah hari Minggu sore waktu setempat.

Baca juga: Militan Houthi di Yaman Deklarasikan Perang, Tembakkan Rudal dan Drone ke Israel


Houthi menyerang kapal kargo dengan cara turun menggunakan tali dari helikopter, kata pejabat AS yang dikonfirmasi oleh laporan NBC News.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved