Rabu, 15 April 2026

Perang Gaza

Hamas: Gencatan Senjata Segera Tercapai untuk Pertukaran Sandera dan Masuknya Bantuan ke Gaza

Gerakan ini telah menyampaikan tanggapannya kepada saudara-saudara di Qatar dan para mediator, dan kami sedang mendekati kesepakatan gencatan senjata

Editor: Ansari Hasyim
NET
Ismail Haniyeh 

SERAMBINEWSiCOM - Dalam sebuah pernyataan hari ini, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, meyakinkan bahwa setelah pembicaraan berhari-hari antara Hamas dan pemerintah perang Israel, kesepakatan gencatan senjata semakin dekat dari sebelumnya.

“Gerakan ini telah menyampaikan tanggapannya kepada saudara-saudara di Qatar dan para mediator, dan kami sedang mendekati kesepakatan gencatan senjata,” kata Haniyeh, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai kesepakatan tersebut.

Menurut surat kabar Israel Haaretz, sejumlah anggota keluarga sandera menarik diri dari pertemuan dengan anggota pemerintah Israel pada Senin malam.

Baca juga: Israel Kembali Lakukan Serangan, Rudal Hantam Lantai Dua Rumah Sakit Indonesia di Gaza

“Banyak kerabat warga Israel yang disandera oleh Hamas di Gaza menarik diri dari pertemuan dengan anggota pemerintah perang pada hari Senin, menyatakan kekecewaan ketika diberitahu bahwa tujuan membebaskan para sandera dan menggulingkan Hamas sama pentingnya,” Haaretz melaporkan.

Pada hari Senin, Israel menyetujui persyaratan yang ditetapkan oleh kelompok Palestina Hamas untuk kesepakatan pertukaran tahanan dan sekarang menunggu tanggapan kelompok tersebut, pemerintah Israel melaporkan.

Kelompok militer Hamas pada 7 Oktober mengumumkan operasi militer yang disebut "Banjir Al-Aqsa" terhadap Israel yang merupakan serangan terbesar dalam beberapa dekade.

Pejuang Palestina “menyusup” Israel dari Jalur Gaza merebut pangkalan militer dan menyandera ketika foto dan video menjadi viral secara online yang menunjukkan pejuang Hamas mengendarai kendaraan di dalam wilayah Israel dan yang lainnya melakukan paralayang ke wilayah pendudukan.

Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Israel mengumumkan menargetkan posisi Hamas di Jalur Gaza. Ribuan orang tewas, dan puluhan ribu lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza.

Sejak 7 Oktober, pemboman brutal Israel yang terus menerus telah menewaskan lebih dari 13.000 orang dengan lebih dari 5.500 anak-anak dan 3.500 wanita. Jumlah korban luka telah melampaui angka 30.000, menurut angka terbaru Kementerian Kesehatan di Gaza.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved