Jumat, 17 April 2026

Pesan Terakhir Wartawan Palestina Sebelum Tewas Diserang Israel: Selamatkan Gaza!

Berdasarkan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di New York, jumlah jurnalis yang tewas menjadi 48 orang sejak serangan 7 Oktober 2023.

Editor: Amirullah
X @qudsn
Sebelum tewas, Hassouna Sleem sempat mengunggah video ke Instagram berisi imbauan agar publik menyelamatkan Gaza 

SERAMBINEWS.COM - Israel makin brutal menyerang wilayah Gaza.

Militer Israel tak sengan menargetkan warga sipil hingga jurnalis.

Bagaimana tidak, mereka tega membunuh sejumlah jurnalis lewat serangan ke Gaza, Palestina.

Dilansir TribunStyle.com dari New Straits Times pada Selasa, 21 November 2023, kepala lembaga media terkemuka di Gaza bahkan ikut tewas.

Ia terbunuh bersama dua jurnalis lainnya dalam serangan Israel akhir pekan lalu.

Kematian mereka pun menambah panjang daftar jurnalis yang tewas.

Sary Mansour (kiri) dan Hassouna Sleem (kanan)
Jurnalis Palestina, Sary Mansour (kiri) dan Hassouna Sleem (kanan), terbunuh dalam serangan Israel di kamp Bureij di Jalur Gaza pada Sabtu (18/11/2023). (Twitter/X)


Berdasarkan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) yang berbasis di New York, jumlah jurnalis yang tewas menjadi 48 orang sejak serangan 7 Oktober 2023.

CPJ mencari setidaknya dua sumber ketika memverifikasi setiap kematian.

Sementara itu 48 jurnalis yang tewas terdiri dari 43 warga Palestina, 4 warga Israel, dan 1 warga Lebanon.

"Wartawan di seluruh kawasan melakukan pengorbanan besar untuk meliput konflik yang memilukan ini.

Mereka yang berada di Gaza, khususnya, telah menanggung dan terus menanggung kerugian yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menghadapi ancaman yang sangat besar," papar Sherif Mansour, koordinator program CPJ untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, dalam emailnya ke Reuters.

Belal Jadallah, seorang jurnalis dan Kepala Dewan Press House Palestina, sebuah organisasi non-pemerintah, terbunuh pada hari Minggu.

Sedangkan saudara iparnya yang berprofesi sebagai apoteker dilaporkan terluka parah.

Hal itu dibeberkan saudara perempuan Belal Jadallah kepada Reuters.

Belal Jadallah awalnya mengaku hendak keluar dari Kota Gaza menuju selatan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved