Sawit
Seribuan Petani Kelapa Sawit Aceh Tamiang Terima Sertifikat ISPO dan RSPO
Sertifikasi petani sawit swadaya ini diterima oleh para perwakilan petani yang tergabung dalam lim wadah, yakni Perkumpulan Petani Kelapa Sawit Tenggu
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sebanyak 1.800 petani kelapa sawit swadaya di Aceh Tamiang menerima sertifikat ISPO dan RSPO. Penyerahan dilakukan bersamaan dengan peluncuran Peta Jalan Pembangunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Aceh 2023-2045 di Jakarta, Kamis (22/11/23) kemarin.
Sertifikasi petani sawit swadaya ini diterima oleh para perwakilan petani yang tergabung dalam lim wadah, yakni Perkumpulan Petani Kelapa Sawit Tenggulun Lestari (Pesatri), Koperasi Tamiang Sawita Lestari (KTSL), Koperasi Sawit Muda Sedia (Samuda), Koperasi Palm Lestari Tamiang (PLT) serta Koperasi Bumi Sawita Tamiang (BST).
Baca juga: Banjir Bandang di Aceh Selatan Lumpuhkan Aktivitas Pendidikan, Sekolah Rusak Hingga Tergenang Lumpur
Sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO)memberikan banyak manfaat bagi petani kelapa sawit swadaya di Aceh Tamiang. Program ini memberikan peningkatan pengetahuan budidaya yang akan memberikan peningkatan produksi, mendorong peningkatan harga serta pendapatan tambahan melalui premium fee RSPO setiap tahunnya.
Pj Bupati Aceh Tamiang, Meurah Budiman yang mendampingi para perwakilan petani menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Aceh.
Lebih rinci dijelaskannya peta jalan yang diluncurkan menjadi bukti keseriusan pemerintah meningkatkan perekonomian masyarakat, termasuk pengentasan kemiskinan ekstrim.
“Kami yakin hal ini akan meningkatkan income per kapita petani sawit kita. Sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara layak dan berkecukupan, baik sandang, pangan dan kebutuhan pendidikan anak,” kata Meurah melalui rilis yang diterima Kamis (23/11/2023).
Dijelaskannya, sebagai daerah kelahiran industri kelapa sawit dunia, Pemkab Aceh Tamiang memiliki sejumlah program unggulan yang sudah diimplementasikan saat merintis peta jalan tersebut.
“Di antaranya, membangun kerja sama multi pihak guna menjamin harga jual buah kelapa sawit rakyat, meningkatkan value added lewat program sertifikasi petani dan lahan sumber terverifikasi, serta mengupayakan perbaikan infrastruktur pendukung ekonomi kelapa sawit,” terangnya.(*)
Baca juga: Singkirkan Baktiya, Cot Girek Melaju ke Putaran Dua Turnamen Sepakbola Piala Ketua DPRK Aceh Utara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sawit-73738.jpg)