Berita Nagan Raya
Bappeda Adakan Rakor, Pj Bupati: Setiap Pejabat Nagan Raya Jadi Orang Tua Asuh Atasi Stunting
"Seperti saya mendapatkan 13 anak stunting yang harus diintervensi, Sekda 10, Asisten 3, para kepala SKPK 7 dan lain sebagainya. Nanti sekitar...
Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
"Seperti saya mendapatkan 13 anak stunting yang harus diintervensi, Sekda 10, Asisten 3, para kepala SKPK 7 dan lain sebagainya. Nanti sekitar bulan 12 akan saya evaluasi, apakah PR yang dititipkan ini dapat dijalankan sepenuhnya atau tidak," tantangnya.
Laporan Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Bappeda mengadakan rapat koordinasi pelaksanaan aksi percepatan konvergensi intervensi penurunan stunting.
Kegiatan yang beragendakan sosialisasi keputusan Bupati Nagan Raya tentang Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting Kolaboratif (Go Start) mengacu pada Surat Keputusan (SK) Bupati Nagan Raya Nomor: 400.7.1/416/Kpts/2023 tahun 2023.
Rakor dipimpin Pj Bupati Fitriany Farhas turut dihadiri Sekda, staf ahli bupati, para Asisten, kepala SKPK, Kabag Setdakab serta Camat Lingkup Pemkab Nagan Raya di Aula Bappeda, Kamis (23/11/2023).
Pj Bupati Fitriany Farhas mengatakan, dirinya menitipkan anak-anak stunting kepada Sekda, staf Ahli, Asisten, kepala SKPK, Kabag Setdakab, dan Camat Lingkup Pemkab Nagan Raya sebagai orang tua asuh.
Ke depan dirinya akan melihat serta mengevaluasi yang dititipkan anak stunting tersebut, terkait stuntingnya menurun ataupun tidak.
"Saya titip anak-anak stunting ini kepada bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, tolong pikir bagaimana caranya agar anak-anak Nagan Raya terbebas dari stunting, ini PR bagi kita semua," ujarnya.
Pj Bupati juga mengabsenkan semua camat dan menanyakan, intervensi apa yang telah dilakukan selama ini dalam hal penurunan stunting.
Hal itu dilakukan karena camat salah-satu garda terdepan dalam menurunkan stunting.
Baca juga: Kaper BKKBN Aceh Hadiri Lomba Menu Dapur Sehat Atasi Stunting di Gayo Lues
Dikatakan, bagi peserta yang hadir sudah mendapatkan jatah anak stunting, yang jatahnya berbeda-beda sesuai SK Bupati yang telah dikeluarkan itu, termasuk dirinya.
"Seperti saya mendapatkan 13 anak stunting yang harus diintervensi, Sekda 10, Asisten 3, para kepala SKPK 7 dan lain sebagainya. Nanti sekitar bulan 12 akan saya evaluasi, apakah PR yang dititipkan ini dapat dijalankan sepenuhnya atau tidak," tantangnya.
Selain di kepala SKPK dan Asisten, tambah Fitriany, anak stunting juga di titipkan kepada Kepala Puskesmas, pimpinan perusahaan yang ada di Kabupaten Nagan Raya, ketua DWP, ketua TP-PKK, para kepala Sekretariat Baitul Mal, kepala Sekretariat MPD dan kepala Sekretariat MAA.
"Nanti bagaimana teknis pelaksanaannya untuk mengintervensi stunting bagi para hadirin yang belum tahu cara, tolong koordinasi sama Dinas Kesehatan dan Bappeda," imbuh Fitriany.
Ia berharap, Kabupaten Nagan Raya terbebas dari stunting, karena itu salah satu isu nasional yang harus dituntaskan.
Polres Nagan Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu, Jumat Berkah |
![]() |
---|
Polisi Selesaikan Kasus Penyebaran Video Asusila di Nagan Melalui Restorative Justice |
![]() |
---|
Pemkab Nagan Telusuri Jejak Perjuangan Abu Habib Muda Seunagan dalam Perang 'Tuwi Pomat' |
![]() |
---|
Bupati Hadiri Konferensi Internasional, Perkuat Komitmen Pemenuhan Dokter Spesialis di Nagan Raya |
![]() |
---|
Tim Adipura KLH Apresiasi Pengelolaan Lingkungan di SDN Ujong Patihah Nagan Raya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.