Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Peneliti CISAH Temukan Peninggalan Sejarah Zaman Samudera Pasai Saat Ekspedisi di Sumut

Tinjauan kali ini merupakan langkah awal yang sangat luar biasa dalam membangun kembali akar peradaban masuknya Islam di Sumatera Utara. 

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
LSM Center For Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) bersama Pemerintah Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara meninjau beberapa komplek situs cagar budaya di kawasan desa setempat, Rabu (29/11/2023). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – LSM Center For Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) Bersama Pemerintah Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) meninjau beberapa komplek situs cagar budaya di kawasan desa setempat, Rabu (29/11/2023).

Peneliti LSM CISAH, Sukarna Putra kepada Serambinews.com, Kamis (30/11/2023), menyampaikan, Kota Rantang memiliki banyak sekali tinggalan sejarah zaman Samudera Pasai. 

Tinjauan kali ini merupakan langkah awal yang sangat luar biasa dalam membangun kembali akar peradaban masuknya Islam di Sumatera Utara. 

“Kita melihat tipologi batu nisan zaman Sumadera Pasai yang terdapat di situs-situs kompleks makam Kota Rantang sangat komplit, mulai dari tipe wajah Pasai,” katanya. 

Kemudian, tipe Kulahkama (Mahkota) Pasai, hingga tipe Pasai akhir, semua ini menandakan hubungan yang sangat absolut terjadi pada era Sumadera Pasai dengan Kerajaan Haru Islam. 

“Tentu ini berbanding terbalik dengan cerita-cerita hikayat dan tutur yang dibangun selama ini yang banyak memunculkan pertikaian dan permusuhan,” katanya. 

Dengan potensi besar temuan awal ini semoga ke depan pemerintah bisa memberi perhatian lebih terhadap kawasan ini untuk melakukan survei secara menyeluruh serta dibarengi perlindungan kepada situs-situs nisan yang telah ditemukan.

Kepala Desa Kota Rantang, Sabaruddin Ahmad, SE menyebutkan, ia berharap pemerintah kabupaten dan provinsi mendukung komitmen dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Pihak desa, sebutnya, berencana membentuk masyarakat sadar wisata.

Karena, menurutnya, dengan adanya aset-aset sejarah, lokasi-lokasi yang memiliki artefak makam para raja dan sultan bisa dibebaskan agar bisa menjadi destinasi wisata sejarah dan studi keilmuan nantinya. 

Sebab harga tanah di kawasan ini masih terjangkau.

Dalam ekspedisi ini, turut hadir Pengelola Museum Islam Samudra Pasai, Ramin, ST. 

Ia berharap, situs-situs ODCB ini dapat dilakukan upaya perlindungan, dan penelitian lebih lanjut.

“Mengingat di sini memiliki tinggalan sejarah yang cukup banyak, baik dari situs nisan, dan tembikarnya, itu semua bisa kita temui di permukaan tanahnya,” ujar dia. 

Untuk meningkatkan pemahaman tentang perlindungan ODCB di masyarakat, perlu adanya sosialisasi UU Nomor 11 tentang cagar budaya ke masyarakat sekitar ODCB  tersebut.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved