Selasa, 21 April 2026

Aceh Selatan

Pasca Banjir Bandang, Perekonomian Masyarakat Trumon Raya Masih Lumpuh

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Zainal mengatakan kegiatan perekonomian masyarakat saat ini masih sangat lumpuh.

Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas
Kondisi pascabanjir bandang di Trumon Tengah, Aceh Selatan yang direkam dari udara, Kamis (23/11/2023) 

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Memasuki hari ke 10 pasca diterjang banjir bandang di Desa Ladang Rimba menyebabkan aktivitas perekonomian masyarakat Trumon Raya masih lumpuh. Mayoritas masyarakat masih trauma dan rumah banyak yang rusak serta masih digenangi lumpur.

Diketahui, Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah menjadi pusat aktivitas perekonomian masyarakat dari Trumon Raya diantaranya Trumon dan Trumon Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Zainal mengatakan kegiatan perekonomian masyarakat saat ini masih sangat lumpuh.

"Kegiatan perdagangan masih belum pulih sebagaimana biasanya, pasar yang terbangun tempat bertemunya penjual dan pembeli masih berlumpur tebal, warung dan toko-toko serta rumah warga di Desa Ladang Rimba masih tutup dan digenangi lumpur dan material kayu dan batuan serta banyak infrastuktur yang rusak,"kata Zainal, Jum'at (1/12/2023).

Lebih lanjut, kata Zainal, lahan pertanian masyarakat juga rusak akibat banjir, sehingga roda perekonomiannya belum normal dan masih terpuruk.

Dikatakannya, Saat ini Pemerintah Daerah terus berupaya dan telah mengerahkan segala upaya yang ada untuk melakukan penanganan.

"Namun begitu, Pemerintah Daerah tidak mampu melakukan penanganan ini secara sendiri, tetapi kita butuh perhatian dan penanganan serius dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat," ungkapnya.

Berdasarkan Data sementara yang dihimpun Serambinews.com, Jum'at (30/12/2023) dari posko bencana banjir BPBD Aceh Selatan yang bermarkas di halaman kantor camat Trumon Tengah yakni sebanyak 1909 jiwa dari 563 kepala keluarga terdampak banjir bandang.

Kemudian sebanyak 453 unit rumah terdampak banjir bandang serta 23 fasilitas umum rusak. 

Adapun ketegori rumah rusak berat berjumlah 179, rusak sedang 260 unit dan rusak ringan 4 unit. Sedangkan banjir kiriman akibat luapan dari sungai Lae Soraya, Gelombang, Sultan Daulat, Kota Subulussalam menyebabkan sejumlah gampong di kecamatan Trumon Tengah, Trumon dan Trumon Timur.

Ketinggian air mencapai 1 sampai 2 meter, hal itu kian menambah kesulitan dan kesedihan penduduk hingga 15 hari tidak bisa beraktivitas.

Banjir kiriman tersebut mengakibatkan 4.543 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 15.052 jiwa penduduk terdampak dan 669 orang mengungsi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved