Jumat, 10 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Nyatakan Siap Bertempur Lawan NATO, Perang Dunia III Terancam Pecah

Rusia menyatakan siap berperang melawan NATO, membuat potensi pecahnya Perang Dunia III semakin besar.

Editor: Faisal Zamzami
The Independent
Tentara bayaran Rusia Wagner di Kota Soledar, Ukraina. 

SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Rusia menyatakan siap berperang melawan NATO, membuat potensi pecahnya Perang Dunia III semakin besar.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov.

Ryabkov mengungkapkan dirinya sudah tak percaya hubungan Rusia dan NATO akan bisa dipulihkan.

 
Pasalnya, kata dia, sekutu-sekutu Barat terus mendukung Ukraina di tengah meningkatnya agresi yang dilancarkan Moskow.

“Keputusan seluruhnya berada di pihak NATO,” kata Ryabkov terkait kemungkinan terjadinya perang antara aliansi militer Barat itu dan Rusia, seperti dilansir Express, Rabu (29/11/2023).

“Kami siap, seperti yang telah ditunjukkan, untuk membela kepentingan nasional kami dengan segala cara yang kami miliki,” tamnbahnya.

Ryabkov kemudian menegaskan, ikut campur dalam kepentingan Rusia merupakan jalan yang berbahaya.

“Orang-orang yang terus menguji kekuatan kami harus percaya bahwa tak ada batasan untuk perjudian mereka dalam permainan yang meningkatkan taruhannya,” tuturnya.

“Tetapi, mereka mungkin berakhir dengan kekalahan,” lanjut Ryabkov.

 
Rusia memulai operasi militer ke Ukraina sejak akhir Februari 2022, dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Barat sendiri terus memberikan dukungan ke Ukraina, dan menghantam Rusia dengan sejumlah sanksi.

Namun, hingga saat ini sanksi-sanksi tersebut tampaknya tak memberikan kesulitan besar bagi Rusia dalam melancarkan serangannya ke Ukraina.

 

Baca juga: Masak di Sebelah Bom Saat Istirahat Siang, 12 Marinir Rusia Tewas Kena Ledakan dan 8 Lainnya Terluka

Rusia Tingkatkan Serangan ke Avdiivka Ukraina, Tembakkan 1.000 Peluru

 Ukraina pada Rabu (29/11/2023) mengatakan, pasukan Rusia meningkatkan serangan terhadap kota industri Avdiivka yang dikepung di wilayah Donetsk, Ukraina timur.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved