Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Warga Palestina Kian Terancam, Militer Israel Perluas Serangan ke Selatan Gaza

“Kami bertempur dengan kuat dan menyeluruh di utara Gaza, dan kami juga melakukannya sekarang di Gaza selatan,” katanya.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Ahikam SERI / AFP
--FOTO DIAMBIL SELAMA TUR TERKONTROL DAN SELANJUTNYA DIEDIT DI BAWAH PENGAWASAN MILITER ISRAEL-- Pasukan Israel berpatroli di sepanjang jalan selama operasi militer di Jalur Gaza utara di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas, pada 22 November , 2023. 

SERAMBINEWS.COM, GAZA - Militer Israel semakin memperluas penyerangan daratnya dengan bergerak ke sebelah selatan Gaza.

Pegerakan tersebut dilakukan setelah tiga hari pengeboman besar-besaran ke wilayah selatan Gaza.

Laporan awal radio militer Israel dikutip dari BBC, Senin (4/12/2023), mengonfirmasikan Israel telah meluncurkan operasi darat ke utara Khan Younis.

Selain itu BBC juga telah memverifikasi adanya tank Israel yang beroperasi di dekat kota tersebut.

Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemudian mengatakan bahwa pasukannya menghadapi pertempuran yang kuat dan menyeluruh di Gaza.

Komandan IDF, Letnan Jenderal Herzi Halevi berbicara kepada pasukan cadangan dari divisi Gaza tentang tujuan militer, dan pembunuhan komandan Hamas oleh IDF.

“Kami bertempur dengan kuat dan menyeluruh di utara Gaza, dan kami juga melakukannya sekarang di Gaza selatan,” katanya.

Juru Bicara IDF kemudian mengonfirmasikan Israel terus memperluas serangan darat di seluruh Gaza.

Hal itu termasuk dari pasukan yang melakukan pertempuran tatap muka dengan teroris.

Sejak gencatan senjata sementara berakhir, Israel telah melanjutkan kampanye pengeboman skala besar di Gaza, yang oleh penduduk Khan Younis digambarkan sebagai gelombang serangan terberat sejauh ini.

Pergerakan Israel ke selatan Gaza pun membuat kepanikan, apalagi banyak pengungsi dari utara ke selatan.

Pejabat PBB menggambarkan tingkat kepanikan yang tak pernah dilihat sebelumnya di Rumah Sakit Gaza, setelah militer Israel fokus penyerangan ke selatan,

Pejabat UNICEF James Elder menggambarkan Rumah Sakit Nasser di Khan Younis sebagai zona perang.

 
Seorang penasihat Perdana Militer (PM) Israel mengatakan upaya maksimal untuk menghindari pembunuhan warga sipil. 

Elder mengatakan ia bisa mendengar ledakan besar terus-menerus di dekat rumah sakit Nasser dan anak-anak datang dengan luka di kepala, luka bakar parah, dan pecahan peluru akibat ledakan baru-baru ini.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved