Video
VIDEO - Mahasiswa Desak Polisi Usut Tuntas Indikasi TPPO Rohingya di Aceh
Bahkan sesuai data Satgas Provinsi Aceh, dalam beberapa bulan terakhir ini, total pengungsi Rohingya mencapai 1.684 orang
Penulis: Saiful Bahri | Editor: m anshar
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Malikussaleh mengelar Aksi di depan Taman Riyadah Kota Lhokseumawe, Sabtu (23/12/2023) sore.
Aksi ini dalam rangka menyikapi kondisi pemgungsi Rohingya, termasuk mendesak polisi untuk mengusut tuntas indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap Pengungsi Rohingya di seluruh wilayah Indonesia.
Aksi ini dimulai sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka mengusung sejumlah poster dan juga spanduk.
Para orator pun langsung berorasi secara bergantian. Lalu dilanjutkan dengan teaterikal yang menggambarkan kondisi Rohingya di Myanmar dan juga ditolak kedatanganya di berbagai daerah.
Lalu dilanjutkan dengan pembacaan puisi, dan diakhiri dengan pernyataan sikap.
Koordinator Aksi, Fualdhi Husaini Hasibuan, menjelaskan, belakangan ini, kasus Etnis Rohingya telah menjadi perhatian serius di Aceh.
Bahkan sesuai data Satgas Provinsi Aceh, dalam beberapa bulan terakhir ini, total pengungsi Rohingya mencapai 1.684 orang yang tersebar di beberapa titik tempat pengungsian di Aceh.
Lanjutnya, beberapa tahun lalu, masuknya Etnis Rohingya di Aceh diterima baik oleh masyarakat.
Namun respons positif tersebut tidak bertahan, karena berapa waktu lalu, terjadi penolakan oleh masyarakat Aceh.
Namun dipastikan Fualdhi Husaini Hasibuan, bagi pihaknya, Etnis Rohingya tetaplah korban dari ulah oknum-oknum yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan kondisi Etnis Rohingya itu sendiri.
Pihaknya mengeluarkan dua pernyataan sikap yakni, mendesak Kepolisian Republik Indonesia mengusut tuntas Indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terhadap Pengungsi Rohingya di seluruh Wilayah Indonesia, dan menghukum pelakunya.
Lalu mendesak Pemerintah Indonesia untuk Ikut andil dalam mengembalikan stabilitas politik dan demokrasi di Myanmar, agar Etnis Rohingya yang terusir, dapat kembali ke negara asalnya.(*)
Narator: Suhiya Zahrati
Video Editor: M Anshar