Rabu, 22 April 2026

Berita Pidie

Peringati 19 Tahun Gempa dan Tsunami, Pemkab Pidie Gelar Tausiah, Zikir dan Doa Bersama

Gempa bumi dan gelombang Tsunami yang menghantam beberapa daratan di pesisir Aceh telah memporak porandakan seluruh bangunan

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
Dok Prokopim Setdakab Pidie
Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto MSi, Kapolres Pidie AKBP Imam Asfali SIK MH menadahkan tangan saat doa peringatan 19 tahun Tsunami di Masjid Agung Al Falah Kota Sigli, Selasa (26/12/2023) malam. 

Gempa bumi dan gelombang Tsunami yang menghantam beberapa daratan di pesisir Aceh telah memporak porandakan seluruh bangunan

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Peringatan 19 tahun Gempa dan Tsunami memiliki arti penting bagi masyarakat Aceh dalam rangka mengenang kembali kejadian yang penuh duka dan air mata.

Gempa dan Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 silam merupakan sebuah bencana terbesar di Indonesia sepanjang tahun 2004.

Gempa bumi dan gelombang Tsunami yang menghantam beberapa daratan di pesisir Aceh telah memporak porandakan seluruh bangunan dan merenggut ratusan ribu jiwa warga Aceh.

Kejadian tersebut masih tergambar jelas dalam benak masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Pidie.

"Oleh karena itu, melalui momentum peringatan 19 Tahun Gempa dan Tsunami Aceh malam ini, saya mengajak kita semua, untuk senantiasa selalu melakukan muhasabah, koreksi diri, dan meningkatkan ketaqwaan dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

Apapun yang telah terjadi merupakan kehendak dari Allah SWT,"ucap Pj Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto, M.Si.

Demikian disampaikan dalam laporan Kabag Prokopim Setdakab Pidie kepada Serambinews.com, Rabu (27/12/2023).

Pj Bupati dalam kesempatan itu menyebutkan, melalui momentum ini pula, hendaknya bisa manfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri.

"Meningkatkan amal ibadah kita, menyempurnakan akhlak, dan menjabarkan nilai nilai Islam ke dalam seluruh aspek kehidupan.

Serta membangun tali ukhuwah islamiyah diantara kita, sehingga dapat memperkuat sendi sendi persatuan dan kesatuan dalam masyarakat Kabupaten Pidie yang kita cintai ini.

Mari bersama sama kita berzikir kepada pemilik alam semesta Allah SWT, serta memanjatkan do’a kepada seluruh keluarga, kerabat serta anak anak kita korban bencana Tsunami," ajak Wahyudi Adisiswanto.

Penyampaian Pj Bupati tersebut usai penyerahan santunan kepada 350 anak yatim dan piatu, dengan dana bersumber dari Baitul Mal Pidie, secara simbolis bersama Kapolres, AKBP Imam Asfali SIK MH, Sekda Drs Samsul Azhar, juga oleh Imam Besar Masjid Baitul A'La Lilmujahidin Beureunuen, Waled Abu Bakar.

Pada acara yang diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Tgk, Muhammad Nouval, S.Pd tersebut, Pj Bupati juga mengatakan, bahwa dalam keadaan apapun, seperti halnya pada musibah tsunami, kita harus kembali ke prinsip dasar ketaqwaan, yaitu Silaturahim, kembali kepada agama dan senantiasa dibawah bimbingan para alim ulama.

"Ke depan Kita akan menghadapi banyak persoalan yang merusak atau suatu upaya memutuskan tali silaturahmi antara kita semua.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved