Kapan Puasa 1 Rajab 2024 Jatuh? Ini Jadwalnya Menurut Kemenag, Simak Juga Niat Puasa Rajab

Adib mengatakan, puasa Rajab dapat dilakukan selama beberapa hari. Namun, tak ada ketentuan waktu tepat untuk menjalankan ibadan sunah ini.

|
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Amirullah
Muslimvillage.com
Puasa di Bulan Rajab - Kapan Puasa 1 Rajab 2024 Jatuh? Ini Jadwalnya Menurut Kemenag, Simak Juga Niat Puasa Rajab 

SERAMBINEWS.COM - Kapan puasa 1 rajab 2024 dimulai? Simak jadwalnya menurut Kemenag.

Bulan Rajab 1445 Hijriah atau Rajab 2024 sudah didepan mata.

Diketahui, bulan rajab merupakan bulan ketujuh dalam sistem penanggalan umat muslim, yaitu kalender Hijriah.

Selain itu, bulan Rajab juga adalah bulan istimewa karena merupakan satu diantara 4 golongan bulan haram atau mulia.

Disebut haram karena pada bulan tersebut, kaum muslim dilarang melakukan perbuatan dosa atau hal-hal yang dinilai haram sesuai syariat Islam.

Penjelasan mengenai bulan haram tersebut sebagaimana dalam firman Allah Swt. dalam Qs. At-Taubah ayat 36 berikut.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Baca juga: Malam ini 1 Rajab 1445 H, Berikut Doa Memasuki Bulan Rajab, Kapan Dibaca ?

Penjelasan mengenai keempat bulan haram itu juga dijelaskan dalam hadist:

عَنْ أَبِى بَكْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا ، أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ، ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Dari Abu Bakrah, dari Rasulullah Saw, “Sesungguhnya zaman itu beredar seperti bentuknya ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu dua belas bulan. Empat diantaranya adalah bulan haram (mulia). Tiga bulan berturut-turut; Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dan Rajab Mudharr yang terletak antara Jumada (akhir) dan Sya’ban”. (HR. Al-Bukhari).

Di bulan-bulan ini, umat islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadahnya.

Salah satu bentuk amal ibadah yang bisa dikerjakan ialah dengan berpuasa.

Lalu kapankah 1 Rajab 1445 jatuh?

Jadwal puasa Rajab

Melansir Kompas.com, Kamis (11/1/2024), Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) Adib mengatakan, 1 Rajab jatuh pada Sabtu, 13 Januari 2024.

"Berdasarkan data hilal, tanggal 1 Rajab 1445 Hijriah jatuh pada hari Sabtu tgl 13 Januari 2024 Masehi," kata dia, yang dihubungi pada Rabu (10/1/2024).

Adib mengatakan, puasa Rajab dapat dilakukan selama beberapa hari.

Baca juga: Sebentar Lagi Bulan Rajab, Berikut 3 Bacaan Doa Menyambut Bulan Rajab 1445, Simak Kelebihannya

Namun, tak ada ketentuan waktu tepat untuk menjalankan ibadan sunah ini.

Meskipun demikian, Abid menyarankan agar umat Islam berpuasa Rajab dengan memakai ketentuan hari-hari utama pada tiap bulan atau setiap pekan.

"(Bisa tiap) Senin, Kamis dan Ayyamul bidh pada 13, 14, dan 15 (25, 26, 27 Januari 2024)," ujarnya.

Selama bulan Rajab, amal saleh yang dilakukan umat Islam akan dilipat gandakan.

Berikut jadwal puasa Rajab 2024:

Jadwal Puasa Rajab 2024 Senin dan Kamis

Jadwal Puasa Rajab 2024 Ayyamul Bidh

  • Kamis, 25 Januari 2024/13 Rajab 1445 H
  • Jumat, 26 Januari 2024/14 Rajab 1445 H
  • Sabtu, 27 Januari 2024/15 Rajab 1445 H.

Baca juga: Bolehkah Puasa Rajab Gabung Puasa Qadha Ramadhan? Ini Penjelasan dan Hukumnya

Hukum Puasa di Bulan Rajab Menurut Ustad Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad dalam tulisan di blognya, somadmorocco.blogspot.com, telah mengupas beberapa dalil terkait dengan persoalan tentang Bulan Rajab.

Salah satunya ialah membahas mengenai Puasa di Bulan Rajab atau puasa rajab.

Lewat tulisan itu, Ustad Abdul Somad alias UAS menyampaikan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut.

عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنَحْنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ

Artinya :

"Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, “Saya bertanya kepada Sa’id bin Jubair tentang puasa di bulan Rajab, kami pada saat itu berada di bulan Rajab”. Ia menjawab, “Saya telah mendengar Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah Saw melaksanakan puasa hingga kami mengatakan ia tidak berbuka, dan Rasulullah Saw berbuka hingga kami mengatakan Rasulullah Saw tidak puasa”. (Hadist riwayat Imam Muslim).

Menurut Imam an-Nawawi, tulis UAS, pada zahirnya, maksud Sa’id bin Jubair berdalil dengan hadits tersebut bahwa tidak ada larangan dan anjuran untuk berpuasa di bulan Rajab.

"Hukum puasa di bulan Rajab sama seperti puasa di bulan-bulan lain. Tidak ada hadits tentang puasa bulan Rajab, hadist melarang atau pun menganjurkan," tulis UAS menjelaskan pendapat Imam an-Nawawi, sebagaimana dikutip dalam tulisannya berjudul 'Puasa Bulan Rajab' tertanggal 19 April 2015.

Akan tetapi, hukum asal berpuasa itu dianjurkan dalam kitab Sunan Abi Daud, bahwa Rasulullah Saw menganjurkan puasa di bulan-bulan haram atau mulia.

Sementara bulan Rajab adalah salah satu dari bulan haram atau mulia.

Di bulan-bulan haram ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal shaleh.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim diatas, menunjukkan makna bahwa Rasulullah Saw sering melaksanakan puasa di bulan Rajab, hingga mereka menyangka Rasulullah Saw tidak puasa, ternyata Rasulullah Saw sedang berpuasa.

Sebaliknya, mereka menyangka Rasulullah Saw sedang berpuasa, ternyata Rasulullah Saw sedang tidak berpuasa.

Berdasarkan keterangan dari dalil-dalil tersebut, UAS memberikan kesimpulan akhir bahwa tidak ada dalil secara khusus untuk melaksanakan puasa di bulan Rajab.

Tapi jika ada yang puasa di bulan Rajab secara umum, maka hal itu baik, karena ada hadits umumnya.

Baca juga: Catat! 6 Keutamaan Menjalankan Puasa Rajab, Dilengkapi Bacaan Niat dan Jadwalnya

Niat Puasa Rajab

Mengenai niat puasa rajab juga sudah pernah dijelaskan oleh ulama muda asal Aceh, Ustadz Masrul Aidi, Lc.

Menurutnya, tidak ada niat secara khusus untuk Puasa Sunnah di Bulan Rajab.

Hal ini berkaitan dengan tidak ada anjuran khusus untuk mengamalkan puasa sunnah di Bulan Rajab.

Ustadz Masrul Aidi menjelaskan, diantara keempat bulan haram, yaitu ZulQaidah, Zul Hijjah, Muharram dan Rajab, hanya ada 2 bulan yang memiliki sunnah khusus.

"Dari 4 bulan tersebut (bulan haram), hanya 2 bulan yang ada pada sunnah khusus, yaitu Zul Hijjah dengan puasa sunnah Arafah dan Tarwiyah, dan bulan Muharram dengan puasa Asyura dan Tasu'a," papar Pimpinan Pondok Pesantren Babul Maghfirah, Aceh Besar tersebut kepada Serambinews.com, Kamis 11 Februari 2021. 

Sedangkan bulan Rajab dan Zul Qaidah, tidak ada pada sunnah khusus.

Kendati demikian, jelas Ustadz Masrul, bulan Rajab tetaplah satu diantara 4 bulan istimewa dalam Islam.

Melaksanakan puasa atau ibadah lainnya di bulan haram memiliki fadhilah atau kemulian yang tinggi.

Baca juga: Bacaan Doa Bulan Rajab agar Dipertemukan Bulan Ramadhan, Lengkap Bacaan Niat Puasa Rajab

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah di bulan ini, salah satunya dengan berpuasa.

Namun, Ustad Masrul menggaris bawahi bahwa tidak ada yang namanya puasa Sunnah Rajab dengan niat puasa Rajab.

"Yang ada adalah puasa sunnah yang dilakukan di bulan Rajab," kata Ustad Masrul.

Maksudnya, di bulan Rajab umat muslim misalnya mengerjakan puasa sunnah, seperti Puasa Senin Kamis, Puasa Putih (puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 13,14 dan 15 di setiap bulan Hijriyah) atau puasa lainnya.

"Niatnya tergantung pada sunnah yang dikerjakan. Boleh jadi puasa sunnah Senin Kamis, puasa putih, atau yang lainnya," sambungnya.

Dengan kata lain, niat Puasa Rajab tidak harus melafadzkan 'Sahaja aku puasa....' , layaknya puasa sunnah atau wajib yang memiliki lafal khusus.

Akan tetapi, diniatkan sesuai dengan puasa sunnah (misal puasa Senin Kamis) yang ingin ditunaikan.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved