Selasa, 7 April 2026

Berita Kutaraja

Tampilkan Tarian Ratéb Meuseukat, Mahasiswa Psikologi UIN Ar-Raniry ‘Hipnotis’ Warga Malaysia

Pertunjukan tarian tersebut dipentaskan pada acara Malam Unggul Kaunseling yang dilaksanakan di EDC Hotel UUM, Kamis (11/1/2024).

Penulis: Hendri Abik | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Mahasiswa KPM Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry menampilkan Tarian Rateb Meuseukat di Kedah, Malaysia. 

Laporan Hendrik | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tarian Ratéb Meuseukat yang ditampilkan oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Fakultas Psikologi  UIN Ar-Raniry, Banda Aceh mampu menghipnotis masyarakat Kedah, Malaysia.

Pertunjukan tarian tersebut dipentaskan pada acara Malam Unggul Kaunseling yang dilaksanakan di EDC Hotel UUM, Kamis (11/1/2024).

Untuk diketahui, Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa UIN Ar-Raniry, Banda Aceh dengan bimbingan dari supervisor lapangan.

KPM merupakan sebuah implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang didalamnya terdapat aspek pengabdian.

Kelompok KPM Internasional itu mulai melaksanakan mata kuliah tersebut pada 1 Januari 2024.

Di Malaysia, tim itu melakukan pengabdian selama 19 hari di Kedah, Malaysia. Keberangkatan tim itu dilepas langsung oleh Dekan Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, Dr Muslim, MSi bersama Wakil Dekan I, Dr Safrilsyah, MSi di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar.

Tim KPM Internasional yang ikut dalam program ini berjumlah 10 Orang.

Terdiri dari Ahmad Maulana Kamal ditunjuk sebagai Ketua, Syaeria Lisma Wakil Ketua, Ilmaya Rizki, Latifurrahmi, Muwahhida Ghienal Jinan, Az Zahra Shalihah, Izzatur Rayyan, Atika Maida, Haura Nadila Shabira, dan Fitria Arifa.

 Sejumlah kegiatan dilaksanakan oleh tim tersebut di sana, salah satunya memperkenalkan tarian tradisional khas Aceh kepada warga Malaysia.

"Semalam, tepatnya pada tanggal 11 Januari 2024, kami baru saja menampilkan sebuah tarian asli Aceh yaitu Ratéb Meuseukat pada acara Malam Unggul Kaunseling yang dilaksanakan di EDC Hotel UUM. Dari awal hingga akhir penampilan, masyarakat yang hadir dibuat terdiam seolah-olah "terhipnotis" oleh tarian ini," ujar Ahmad Maulana Kamal kepada Serambinews.com, Sabtu (13/1/2024).

Tari Ratéb Meuseukat ini merupakan tarian asli Aceh.

Nama Ratéb Meuseukat sendiri berasal dari Bahasa Arab, Ratéb asal kata Ratib yang artinya ibadat dan kata Meuseukat asal kata Sakat yang berarti diam.

Tari Ratéb Meuseukat menggunakan syair yang diadopsi menggunakan Bahasa Aceh, yang mempunyai makna mengagungkan kebesaran Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Dekan Pusat Pengajian Psikologi Gunaan Dasar dan Kerja Sosial (SAPSP), Prof Madya Dr Md Zawawi Abu Bakar yang hadir pada malam itu memberikan apresiasi dan rasa bangga kepada mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry yang berhasil mempersembahkan sebuah tarian sebagai simbol budaya Indonesia, khususnya Aceh.

"Setelah penampilan selesai, saya dan teman-teman kembali ke tempat. Dan saya yang kebetulan duduk di meja VIP bersama Prof Madya Dr Md Zawawi Abu Bakar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada kami yang mampu menampilkan sekaligus memperkenalkan budaya Aceh di kancah internasional," urai Ahmad Maulana Kamal, Ketua Tim KPM Internasional Fakultas Psikologi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved