Minggu, 19 April 2026

Berita Kutaraja

Hadapi Dampak Krisis Global, Sosiolog Sarankan Pemerintah Aceh Perkuat Ekonomi Rakyat

Sosiolog Prof Humam Hamid sarankan Pemerintah Aceh memperkuat ekonomi rakyat, terutama sektor perikanan & pertanian agar daya beli tetap terjaga.

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com
PODCAST SERAMBI SPOTLIGHT – Sosiolog Aceh, Prof Humam Hamid saat hadir dalam Podcast Serambi Spotlight yang dipandu Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, di Studio Serambinews.com, Sabtu (28/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Konflik di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak pada kehidupan masyarakat Aceh.
  • Sosiolog Prof Humam Hamid menyarankan Pemerintah Aceh memperkuat ekonomi rakyat, terutama sektor perikanan dan pertanian, agar daya beli tetap terjaga.
  • Ia menekankan pentingnya program padat karya, distribusi pupuk subsidi, serta pemanfaatan sumber energi di sekitar Aceh sebagai langkah antisipasi krisis global.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Konflik di Timur Tengah antara Iran melawan gabungan Amerika Serikat dan Israel, kini telah berlalu satu bulan lebih dan mulai menimbulkan dampak serius di berbagai belahan dunia. 

Sejumlah negara dilaporkan telah membatasi gerak kehidupan, karena kekhawatiran terjadinya krisis bahan bakar minyak (BBM).

Jika terus berlangsung dalam jangka panjang, perang yang terjadi di Timur Tengah (Timteng) itu juga akan berdampak pada kehidupan masyarakat hingga ke pelosok Indonesia, termasuk gampong-gampong di pedalaman Aceh.

Berkaitan dengan berbagai kemungkinan itu, Sosiolog Aceh, Prof Humam Hamid menyarankan Pemerintah Aceh untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Hal ini sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak krisis global akibat konflik internasional yang memicu lonjakan harga energi.

Menurutnya, meskipun konflik terjadi jauh dari Indonesia, dampaknya sudah mulai dirasakan masyarakat.

Terutama melalui kenaikan harga bahan bakar, transportasi, dan kebutuhan pokok.

“Sekarang saja sudah terasa. Sebentar lagi harga minyak, gas akan naik, ongkos transportasi naik, bahan kebutuhan akan inflasi,” kata Prof Humam dalam Podcast Serambi Spotlight yang dipandu Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, di Studio Serambinews.com, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang

Ia menjelaskan, kondisi tersebut akan berdampak langsung pada sektor-sektor ekonomi rakyat seperti perikanan dan pertanian. 

Kenaikan harga solar, misalnya, berpotensi membuat nelayan kesulitan melaut.

Selain itu, biaya produksi di sektor pertanian dan perkebunan juga akan meningkat, mulai dari penggunaan alat hingga ongkos angkut hasil pertanian. 

“Ongkos angkutan sayur dari Gayo naik, traktor petani, alat berat perkebunan, semuanya terdampak,” ulas dia. 

“Kita tidak terlibat perang, tapi kita yang kena, dan itu sakit sekali,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved