Senin, 1 Juni 2026

Konflik Timur Tengah

Lagi, Jet Tempur AS dan Inggris Bombandir Yaman, Sejumlah Kota dan Markas Houthi Membara

Pejabat militer tersebut, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada jaringan Al-Masirah bahwa angkatan bersenjata Yaman akan terus menyerang k

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan layar
Rudal AS menyerang sasaran di Yaman terkait dengan Milisi Houthi. Serangan yang dipimpin Amerika Serikat ini terjadi sebagai respons terhadap lebih dari dua lusin serangan drone dan rudal Houthi terhadap kapal komersial menuju Israel di Laut Merah sejak perang Israel-Hamas dimulai. 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat dan Inggris telah melancarkan babak baru serangan udara di Yaman, yang digambarkan oleh sumber militer Yaman sebagai upaya untuk mematahkan blokade laut yang diberlakukan terhadap kapal-kapal yang menuju ke pelabuhan wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Pejabat militer tersebut, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan kepada jaringan Al-Masirah bahwa angkatan bersenjata Yaman akan terus menyerang kapal-kapal Israel atau kapal lain yang bergerak menuju pelabuhan-pelabuhan Palestina yang diduduki meskipun ada agresi Amerika dan Inggris terhadap negara tersebut.

Sebelumnya, saluran berita Amerika CBS melaporkan serangan putaran keempat yang dilakukan Washington dan London di tanah Yaman.

Baca juga: Konflik Memanas, Pakistan Serang ke Iran, Tiga Wanita dan Empat Anak Tewas

Jaringan berita ini mengutip pejabat AS yang tidak dikenal mengklaim bahwa sasaran serangan adalah Houthi dan tentara Yaman karena mereka, menurut laporan tersebut, bersiap untuk melakukan serangan terhadap posisi Amerika Serikat.

Jaringan berita Lebanon, Al-Mayadeen juga melaporkan bahwa bahkan wilayah "Takhiyeh" di provinsi Saada utara pun tidak luput dari serangan Amerika dan Inggris.

Yaman telah mengkonfirmasi serangan di berbagai wilayah di wilayahnya, dan beberapa sumber yang dikutip oleh media mengatakan bahwa pesawat tempur terus menargetkan wilayah di provinsi al-Hudaydah, Saada, Taez, Zamar dan al-Bayda.

Sejauh ini, belum ada informasi yang tersedia mengenai kemungkinan korban jiwa atau kerusakan akibat invasi terbaru ke Yaman oleh pesawat tempur Inggris dan Amerika.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved