Nelayan Diserang Buaya
Setiap Tahun Buaya Serang Nelayan di Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil
Setiap terjadi konflik, manusia selalu menjadi korban serangan buaya. Mulai dari luka ringan, berat bahkan nyawa melayang.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Amirullah
Laporan: Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Setiap tahun konflik nelayan dengan buaya di Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, terus terjadi.
Setiap terjadi konflik, manusia selalu menjadi korban serangan buaya. Mulai dari luka ringan, berat bahkan nyawa melayang.
Serangan buaya air asin itu, mayoritas sasaran nelayan Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, yang menangkap ikan dengan cara menyelam pada malam hari.
Kendati telah banyak menelan korban jiwa, nelayan tetap nekat. Dengan alasan terdorong oleh desakan ekonomi.
Kejadian terbaru serangan buaya kembali menimpa seorang nelayan yang tinggal di Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil.
Baca juga: BREAKING NEWS - Nelayan di Aceh Singkil Diserang Buaya
Serangan buaya terjadi ketika nelayan tersebut menangkap ikan dengan cara menyelam.
Insiden serangan buaya itu disampaikan Sekretaris Satgas Search and Rescue (SAR) Kepulauan Banyak, Yudistira di grup WhatsApp Satgas SAR Aceh Singkil, Senin (22/1/2024) sekitar pukul 00.20 WIB.
"Baru masuk informasi ada warga Ujung Sialit yang diduga diserang buaya," kata Yudistira.
Tadi malam masyarakat yang berada di lokasi menemukan senter dan perahu korban.
Sementara korban yang belakangan diketahui bernama Mei Swakarya Zendrato tidak diketahui keberadaannya.
Pagi ini tim SAR gabungan beserta masyarakat melakukan pencarian di lokasi korban diduga diserang buaya.
Korban sendiri berdasarkan kartu keluarga (KK) yang beredar di grup WhatsApp Satgas SAR Aceh Singkil, merupakan penduduk Hilimbosi, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara.
Sejauh ini belum diketahui sudah berapa lama korban menetap di Ujung Sialit.(*)
Baca juga: Pasutri Lansia Tewas Tertimpa Tembok SPBU di Tebet, Korban Selama Ini Tinggal di Bawah Tenda
Baca juga: Momen Gibran Celingak-Celinguk ke Mahfud MD saat Debat, Tanggapan TKN: Agar Suasana Lebih Riang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tim-SAR-gabungan-bersiap-melakukan-pencarian-nelayan.jpg)