Breaking News

Banjir di Jeunieb

Puluhan Desa di Bireuen Terendam Banjir, Termasuk Kantor dan Sekolah

Banjir juga merendam sekolah dan perkantoran, sehingga mengganggu aktivitas pelayanan bagi masyarakat.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Ruas jalan nasional kawasan Jeunieb Bireuen dan Keude Jeunieb tergenang setelah hujan deras melanda kawasan tersebut sejak Kamis sore. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sejumlah gampong di Kecamatan Peulimbang, Jeunieb, Pandrah, Kabupaten Bireuen, terendam banjir akibat meluapnya air sungai ekses hujan deras mengguyur wilayah setempat sejak Kamis (25/1/2024) sampai Jumat (26/1/2024) dini hari.

Amatan dan keterangan dihimpun Serambinews.com,  kondisi genangan banjir dalam pemukiman penduduk ada yang masih tergenang dan sebagian sudah surut, puluhan warga terpaksa mengungsi, arus lalu lintas di keude Jeunieb lancar walaupun laju kendaraan harus diperlambat karena badan jalan tergenang.

Camat Jeunieb Yusri didampingi Kapolsek Iptu Faisal Riza mengatakan, akses hujan deras tadi malam, ada 30 gampong terdampak banjir dengan ketinggian genangan air bervariasi akibat meluapnya Krueng Jeunieb, jumlah dan kondisi pastinya ada tidaknya warga mengungsi masih di data pihak kecamatan.

Selain pemukiman penduduk, banjir juga merendam sejumlah sekolah dan perkantoran seperti kantor Camat dan Polsek Jeunieb, sehingga aktivitas pelayanan bagi masyarakat dan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan.

Kondisi banjir secara berangsur mulai surut.

"Banjir terjadi di Jeunieb dampak hujan deras semalam sehingga Krueng Jeunieb meluap banjiri pemukiman penduduk, luapan air juga membanjiri jalan nasional Banda Aceh-Medan di pusat kecamatan," jelas camat.

Suwandi guru SMPN 1 Jeunieb juga mengatakan aktivitas belajar mengajar hari Jumat (26/1/2024)  tidak bisa dilaksanakan karena rumah penduduk dan sekolah juga ikut terendam banjir. Hal yang sama disampaikan Kepala MAN 4 Bireuen (MAN Jeunieb), Ibran SAg, madrasah tergenang sejak Jumat dinihari, seluruh ruangan terendam banjir.

“Awalnya saya informasi dari petugas jaga malam, saya meminta peralatan komputer dan barang yang lainnya dapat  dipindahkan agar tidak terendam banjir,” ujarnya.

Aktivitas mengajar tidak bisa sama sekali, karena seluruh ruangan tergenang, sebutnya.

Camat Peulimbang Abu Bakar yang dikonfirmasi terkait banjir mengatakan, ada tujuh gampong mengalami banjir yaitu Seunebok Peulimbang, Krueng Baro, Seuneubok Nalan, Garap, Bale Daka, Matang Kule, dan sebagian Gampong Teupin Panah.

Banjir terjadi dampak hujan mengguyur Peulimbang dan sekitarnya. Disebutkan, di Gampong Garap saat terjadi banjir semalam ada 50 kepala keluarga yang sempat mengungsi ke meunasah seiring air surut warga sudah kembali ke rumah.

Sebagian warga masih mengungsi di Gampong Seunebok Peulimbang, Seunebok Nalan, Krueng Baro. "Untuk penanganan sementara warga mengungsi, saya sudah meminta para keuchik (kepala desa) untuk membuka dapur umum, guna sediakan konsumsi kepada masyarakat yang terdampak banjir karena belum bisa kembali ke rumahnya," ujar Camat lagi mendata kondisi terkini dilapangan.

Kondisi yang sama juga terjadi di Pandrah, Camat Pandrah Saifuddin mengatakan banjir melanda delapan gampong yaitu, Panton Bili, Samagadeng, Pandrah Janeng, Garot, Gampong Blang, Kuta Rusep, Bantayan, Lancok Ulim, sesuai informasi dari keuchik.

Banjir terjadi  di Pandrah juga disebabkan meluap Krueng Pandrah dampak hujan deras yang terjadi Kamis dari sore sampai malam hari. Kondisi saat ini genangan air di pemukiman warga sudah mulai surut, jelas camat.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved