Minggu, 10 Mei 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Serangan Rusia di Kharkiv Ukraina Tewaskan Bayi 2 Bulan, Begini Nasib Ibunya

Kepolisian Kharkiv menyebutkan, sekitar 30 bangunan rusak dalam serangan itu termasuk kafe, pasar, apotek, dan hotel.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AFP/SERGEY BOBOK
Mobil yang hancur setelah terkena serangan rudal di Kota Kharkiv, Ukraina, Selasa (23/1/2024). Gempuran terbaru dalam perang Rusia-Ukraina ini menewaskan enam orang dan puluhan korban luka-luka. 

“Operasi pencarian berlanjut di lokasi toko roti yang roboh... 28 orang, termasuk seorang anak, tewas,” tulis Kementerian Situasi Darurat Rusia di aplikasi perpesanan Telegram, dikutip dari kantor berita AFP.

Tim penyelamat sejauh ini sudah menyelamatkan sepuluh orang dari reruntuhan, kementerian tersebut menambahkan.

Kementerian Situasi Darurat Rusia sebelumnya menerbitkan video staf menyisir reruntuhan dalam kegelapan. Mereka menemukan satu jasad dan seorang wanita yang terluka dievakuasi dengan tandu.

Pihak berwenang yang ditunjuk Rusia mengatakan, seorang pria terluka parah dibawa ke rumah sakit di Kota Luhansk.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, senjata-senjata Barat digunakan dalam serangan itu dan mereka mengharapkan kecaman cepat serta tanpa syarat dari organisasi-organisasi internasional.

 

Baca juga: Rusia Diuntungkan Jika Presiden Ukraina Pecat Jenderal Zaluzhny, Bakal Jadi Bumberang untuk Zelensky

AS Tuduh Rusia Pakai 9 Rudal Korea Utara untuk Serang Ukraina

 Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/2/2024) menuduh Rusia menembakkan setidaknya sembilan rudal yang dipasok Korea Utara untuk menyerang Ukraina.

Sementara itu, Rusia balik menuduh rudal Patriot kiriman dari AS ditembakkan pasukan Ukraina untuk menjatuhkan pesawat Ilyushin IL-76 yang membawa tawanan perang.

Saling lontar tuduhan itu dilakukan Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia dan Duta Besar AS untuk PBB Robert Wood di pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB.

Rusia meminta DK PBB yang beranggotakan 15 negara bertemu pada Selasa setelah mengatakan, Ukraina menggunakan rudal dari Barat untuk menyerang toko roti dan restoran di Lysychansk yang menewaskan 28 orang.

“Sampai sekarang, Rusia sudah menembakkan rudal balistik yang dipasok DPRK ke Ukraina setidaknya sembilan kali,” kata Wood mengacu pada nama resmi Korea Utara yaitu Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).

“Rusia dan DPRK harus bertanggung jawab atas tindakan mereka, yang melanggar perjanjian jangka panjang berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB,” lanjutnya, dikutip dari Reuters.

Moskwa dan Pyongyang membantah tuduhan AS, tetapi tahun lalu Rusia dan Korut memperdalam hubungan militer mereka.

Sejak dimulainya perang di Ukraina hampir dua tahun lalu, Rusia mempererat relasi dengan negara-negara yang memusuhi AS, termasuk Iran.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved