Kajian Islam
Jelang Pemilu 2024, Buya Yahya Ingatkan Soal Tiga Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin
Penunjukan pemimpin bukan hanya masalah dunia semata, tetapi juga menyangkut amanah dan keadilan.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
Jelang Pemilu 2024, Buya Yahya Ingatkan Soal Tiga Dosa yang Harus Dihindari saat Memilih Pemimpin
SERAMBINEWS.COM - Pendakwah Buya Yahya dalam ceramahnya mengingatkan kita tentang dosa besar yang perlu dihindari saat memilih seorang pemimpin.
Apalagi sebentar lagi tepatnya pada tanggal 14 Februari 2024, masyarakat Indonesia akan memilih pemimpin pada Pemilahan Umum (Pemilu).
Penunjukan pemimpin bukan hanya masalah dunia semata, tetapi juga menyangkut amanah dan keadilan.
Berikut adalah penjelasan dan panduan yang disampaikan oleh Buya Yahya terkait dosa yang harus dihindari saat memilih pemimpin dikutip Serambinews.com dari laman Al Bahjah, Kamis (8/2/2024).
1. Hindari Memilih Pemimpin karena Kepentingan Dunia
Buya Yahya menegaskan bahwa memilih pemimpin semata-mata karena kepentingan dunia, seperti mendukung bisnis atau proyek pribadi, adalah dosa besar.
Bahkan jika misalnya pemilik pondok ataupun ustad, memilih pemimpin hanya karena dijanjikan untuk dibantu dibangunkan mesjid atau pondoknya padahal kita tau bahwa pemimpin tersebut tidak baik, maka kita berdosa besar.
Baca juga: Bolehkah Menangis dalam Shalat? Simak Penjelasan Buya Yahya
Pemimpin seharusnya dipilih berdasarkan kualitas kepemimpinan, integritas, dan keadilan, bukan semata karena janji dukungan bisnis yang diberikan oleh calon pemimpin.
2. Pemilihan Pemimpin Harus Berdasarkan Kepantasan
Buya Yahya memberikan nasihat bahwa pemilihan pemimpin harus didasarkan pada kepantasan dan kesesuaian dengan tugas kepemimpinan.
Tidak pantas jika seseorang dipilih hanya karena janji untuk mendukung proyek pondok atau masjid, tetapi tidak memiliki kualifikasi atau integritas yang diperlukan untuk memimpin dengan adil.
3. Berbeda Pilihan, Tapi Tanpa Dosa di Hadapan Allah
Buya Yahya menyampaikan bahwa jika terjadi perbedaan pilihan dalam memilih pemimpin antara sesama umat, hal tersebut bukanlah dosa di hadapan Allah.
Perbedaan ijtihad dan keyakinan antarindividu dalam menilai kualitas calon pemimpin diperbolehkan. Yang terpenting adalah niat yang tulus karena Allah.
Baca juga: Saat Suami Suka Marah dan Tempramental, Haruskah Istri Langsung Minta Cerai ? Buya Yahya Bilang Ini
Buya Yahya
Pemilihan umum
dosa
pemimpin
Pemilu
Serambinews.com
Serambi Indonesia
berita serambi
Pendakwah
Sembuhkan Was-was Najis dengan Cara Ini, Diungkap Buya Yahya Islam Itu Mudah |
![]() |
---|
Jangan Sampai Nikah Jadi Neraka, Ini Pesan Buya Yahya Soal Rumah Tangga |
![]() |
---|
Buya Yahya Bongkar Penyebab Anak Mudah Marah: Berawal dari Rumah Tangga |
![]() |
---|
Urutan Wali Nikah Wanita Jika Ayah Sudah Meninggal Dunia, Ini Aturannya Menurut Kemenag |
![]() |
---|
Siapa yang Jadi Wali Nikah Jika Ayah Sudah Tiada? Ini Penjelasan Buya Yahya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.