Jumat, 8 Mei 2026

Berita Pidie

Akibat Kelelahan Jelang Pemilu, Dua Ketua KPPS di Pidie Meninggal Dunia

Ia menjelaskan, Abdurrahman selaku Ketua KPPS Gampong Barieh bertugas di TPS 2 Kecamatan Mutiara Timur, meninggal dunia setelah bekerja

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
KPPS menggelar pemungutan suara dalam simulasi pencoblosan dan perhitungan suara digelar KIP Pidie, di halaman Gedung PCC Sigli. FOR SERAMBINEWS.COM 

Ia menjelaskan, Abdurrahman selaku Ketua KPPS Gampong Barieh bertugas di TPS 2 Kecamatan Mutiara Timur, meninggal dunia setelah bekerja


Laporan Muhammad Nazar  I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Dua Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di Kabupaten Pidie meninggal dunia.

Adalah Abdurrahman (47) menjabat Ketua KPPS di Gampong Barieh, Kecamatan Mutiara Timur dan Yusrizal Ketua KPPS Gampong Mane, Kecamatan Mane.

" Berdasarkan informasi dari PPK,  kedua Ketua KPPS itu meninggal, Sabtu (10/2/2024), akibat lelah. Almahum Yusrizal meninggal pukul 10.00 WIB, sementara Abdurrahman meninggal siang hari, pada hari yang sama," kata Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KIP Pidie, Edi Gunawa, kepada Serambinews.com, Selasa (13/2/2024).

Ia menjelaskan, Abdurrahman selaku Ketua KPPS Gampong Barieh bertugas di TPS 2 Kecamatan Mutiara Timur, meninggal dunia setelah bekerja menandatangani undangan pemilih atau formulir c pemberitahuan. 

Menurutnya, Abdurrahman bekerja menyiapkan formulir c pemberitahuan pemilih hingga larut malam.

Bahkan, almarhum sempat menikmati kopi di warung di gamponya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari, Abdurrahman pulang ke rumah.

" Pada pagi almarhum sehat, tapi tiba-tiba jelang siang almarhum diserang pusing. Sehingga almarhum sempat dibawa ke rumah sakit hingga menghembus nafas terakhir.

Almarhum meninggalkan satu isteri dan tiga anak," jelasnya.

Sedangkan Yusrizal bertugas di TPS 8 Kecamatan Mane, sebutnya, meninggal dunia akibat kelelahan saat menandatangani berkas form c sebagai undangan untuk pemilih. 

Sehingga saat proses tanda tangan sekitar pukul 10.00 WIB, Yusrizal mendadak pusing. Saat itu, rekan Yusrizal, hendak membawa almahum ke puskesmas untuk dirawat. 

Tapi, Yusrizal telah duluan dipanggil menghadap Allah SWT.

" Jadi almarhum tidak sempat dibawa ke rumah sakit," jelasnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved