Jumat, 10 April 2026

Kebakaran Ruko di Samalanga

Cegah Kebakaran, Pemkab Bireuen Diminta Evaluasi Toko Berusia 40 Tahun

Kejadian kebakaran toko ini kali kedua, setelah kebakaran beberapa unit toko di lahan bekas kereta api 2 tahun lalu, juga di pusat ibukota Samalanga.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Deretan ruko di Samalanga, Bireuen yang terbakar, Sabtu (17/2/2024) 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sebanyak tujuh pintu toko di Keude Samalanga, Bireuen terbakar Sabtu (17/2/2024), ruko yang terbakar merupakan bangunan lama, lantai dua masih berupa kayu.

Mencegah terjadinya musibah kebakaran lainnya, Pemkab Bireuen hendaknya mengevaluasi bangunan ruko lama yang usianya sudah mencapai 40 tahun.

Harapan tersebut disampaikan Keuchik Desa Sangso, H Omar Dhani, Sabtu (17/2/2024) sore saat menyerahkan bantuan dari Dinsos Bireuen kepada korban kebakaran.

Disebutkan, Keude Samalanga Bireuen sebagian besar merupakan bangunan lama, ada dari konstruksi kayu, permanen dan bangunan lama konstruksi permanen lantai dua masih berupa kayu belum beton.

Deretan ruko yang terbakar seluruhnya sembilan pintu ukuran 4 x 16 meter, tujuh terbakar, dan masih lantai dua dari kayu.

Evaluasi itu, perlu dilakukan untuk memastikan ruko untuk keselamatan dan juga mencegah terjadinya kebakaran. Keuchik juga menghimbau kepada masyarakat, para pemilik ruko di Samalanga ini rata-rata usianya hampir 40 tahun sudah dihuni selain memeriksa kondisi bangunan juga instalasi listrik.

“Kondisi bangunan maupun instalasi listrik mohon agar ditinjau pemilik toko, untuk dapat diperbaiki karena sudah 40 tahun,” ujarnya.

Menurutnya, bangunan toko yang usianya sudah 25 tahun sudah bisa direnovasi baik dalam hal instalasi listrik dan untuk pengamanan lainnya, mencegah terjadi kebakaran seperti ini, dan ini kejadian kebakaran toko kedua setelah kebakaran beberapa unit toko di lahan bekas kereta api 2 tahun lalu juga di pusat ibukota Samalanga.

"Kalau kita lihat toko-toko di kota Samalanga sebagian sudah lapuk dimakan usia, seharusnya Pemda sudah bisa menurunkan tim teknis untuk menilai kelayakan toko tersebut, apa masih bisa, kalau memang nggak bisa apa dibangun lain karena disini juga ada toko punya Pemda," ungkapnya

Keuchik Omar juga mengharapkan pihak Pemkab Bireuen turun ke lapangan. "Sehingga kita bisa antisipasi musibah seperti ini, toko-toko itu perlu dievaluasi kembali terutama punya Pemkab," harapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved