Berita Aceh Tamiang
Ponton Rusak, Harga TBS Kelapa Sawit Hanya Dihargai Rp 150 Per Kilogram
Terjun bebasnya harga TBS ini sudah berlangsung hampir satu bulan menyusul rumitnya jalur penjualan dari petani ke tingkat pengepul.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.CON, KUALASIMPANG - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kampung Tanjungbalai, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang hanya dihargai Rp 150 per kilogram akibat ponton (getek) rusak.
Terjun bebasnya harga TBS ini sudah berlangsung hampir satu bulan menyusul rumitnya jalur penjualan dari petani ke tingkat pengepul.
Petani harus mengeluarkan anggaran lebih untuk mengangkut hasil panen mereka dengan menyewa boat, sehingga hasil bersih yang didapat hanya Rp 150 per kilogram.
“Selama ini mereka mengangkut TBS menggunakan ponton, nah selama ponton rusak, TBS mereka hanya mendapat hasil Rp 150 per kilogram,” kata Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra, Sabtu (24/2/2024).
Asra mengatakan dirinya secara khusus sudah mengecek proses perbaikan ponton di bengkel alat berat Dinas PUPR, Kamis (22/2/2024) lalu.
Baca juga: Picu Banjir, Pj Bupati Aceh Tamiang Minta Saluran Air di Kota Kualasimpang Dibongkar
Ponton yang melayani penyeberangan Kampung Tanjungbalai (Bendahara) dengan Kampung Baru (Seruway) itu rusak akibat tenggelam dihantam banjir sebulan lalu.
Asra menekankan agar perbaikan dikebut agar pontom bisa difungsikan kembali.
“Makanya ini mesti segera kita selesaikan agar masyarakat tidak terus mengalami kerugian,” tegasnya.
Asra menjelaskan ponton sudah berusia puluhan tahun, sehingga memang layak diperbaiki.
Sebelum digunakan masyarakat Tanjungbalai - Kampung Baru, ponton ini sebelumnya difungsikan di Lubuksidup (Kecamatan Sekerak) - Arassembilan (Kecamatan Bandarpusaka)
Baca juga: Seniman Senior Tanoh Gayo Rilis Single Baru Berjudul Luka Dunia, Tergerak dari Konflik di Dunia
“Jadi getek ini dulu sudah puluhan tahun digunakan di sana, begitu ada jembatan kita pindahkan ke rute Tanjung Binjai -Kampung Baru,” sambungnya.
Kepala Dinas Perhubungan, Syuibun Anwar menambahkan, saat ini sarana getek penyeberangan sungai masih dibutuhkan warga terutama yang tinggal di seberang sungai.
Menurut catatannya, masih ada tujuh kampung yang mengandalkan getek. (mad)
Baca juga: VIDEO VIRAL Wajah Jokowi Terpampang di Daftar Baru Pelanggar HAM pada Aksi Kamisan ke 806
| Kebakaran Sisa Kayu Banjir, Mesin Damkar Diseberangkan Pakai Perahu |
|
|---|
| Sudah 24 Jam, Kebakaran Tumpukan Kayu Bekas Banjir di Aceh Tamiang Belum Padam |
|
|---|
| Fenomena Pelajar Bawa Kendaraan, Orang Tua Dianjurkan Antar Anak ke Sekolah |
|
|---|
| Tujuh Kasus Laka Lantas Melibatkan Pelajar Terjadi di Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Psikolog Sorot Maraknya Anak di Bawah Umur Bawa Motor ke Sekolah, Ini Dampaknya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pj-Bupati-Aceh-Tamiang-Asra-saat-meninjau-ponton-atau-getek-di-bengkel-alat-berat.jpg)