Konflik Palestina vs Israel
Jelang Ramadhan, Isarel Dirikan Menara dan Pasang Kamera Pengintai di Dinding Barat Masjid Al-Aqsa
Pendirian menara pengawas ini dilakukan usai otoritas Israel mengaku hendak membatasi kunjungan jemaah ke Al-Aqsa jelang bulan Ramadan.
SERAMBINEWS.COM - Pasukan pendudukan Israel mendirikan sebuah menara dan memasang kamera pengintai di dinding barat kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.
Pendirian menara pengawas ini dilakukan usai otoritas Israel mengaku hendak membatasi kunjungan jemaah ke Al-Aqsa jelang bulan Ramadan.
"Sejumlah saksi mata berkata ke WAFA bahwa pasukan pendudukan mengecor 3 kubik semen di dinding barat masjid tersebut dan memasang menara pengawas di atasnya," demikian tulis laporan kantor berita WAFA, Minggu (25/2/2024).
Laporan terbaru kantor berita Wafa, pemasangan kamera pengintai ini mengindikasikan niat pemerintah Israel yang akan memberlakukan pembatasan terhadap jamaah yang hendak salat di tempat tersuci ketiga umat Islam selama bulan suci Ramadhan, yang dimulai pada 10 Maret.
Di tempat lain di Tepi Barat yang diduduki, militer Israel telah menangkap dua pria di pos pemeriksaan Awarta dekat kota Nablus.
Sebelumnya pada malam hari, seorang pria lain ditangkap di Nablus setelah militer Israel menyerbu kota tersebut dan menembakkan peluru, granat kejut, dan gas air mata ke arah kelompok perlawanan Palestina.
Israel juga telah melakukan penggerebekan atas warga Palestina lainnya di Tepi Barat seperti di Kota Nablus, di Kota Arbouna pada kamp pengungsi Jenin, di Kota el-Bireh, di Desa Barqa dan Shuqba, di Provinsi Ramallah dan el-Bireh.
Baku tembak terjadi antara kelompok bersenjata Palestina dan militer Israel di pos pemeriksaan Netsaniyaz di Tulkarem
Baca juga: Israel Tembak Mati 10 Warga Gaza yang Sedang Menunggu Truk Pembawa Bantuan Makanan
Sebelumnya, pemerintah Israel mengumumkan akan membatasi akses ke Al-Aqsa selama bulan Ramadan yang dimulai pada 10 Maret mendatang.
Pemerintahan Benjamin Netanyahu beralasan pembatasan itu ditetapkan karena alasan keamanan.
Pembatasan akses jemaah ke Masjid Al-Aqsa sendiri sebelumnya berkali-kali menimbulkan perselisihan.
Hamas, organisasi Palestina yang memerintah di Jalur Gaza, mengecam pembatasan tersebut.
"Suatu kelanjutan dari kejahatan Zionis dan perang agama yang dipimpin kelompok-kelompok pemukim ekstremis di tubuh pemerintah penjajahan teroris terhadap masyarakat Palestina," demikian keterangan Hamas.
Hamas pun menyerukan kepada masyarakat Palestina di Israel, Yerusalem, dan Tepi Barat untuk menolak pembatasan tersebut dan "melawan arogansi dan penghinaan penjajah, berkumpul untuk teguh menjaga Masjid Al-Aqsa."
Pengumuman pembatasan ke Al-Aqsa ini bertepatan dengan peringatan Israel bahwa mereka akan terus menggempur Jalur Gaza selama Ramadan, termasuk Rafah yang dipenuhi pengungsi Palestina.
| Mohammed Wishah Jurnalis Al Jazeera Tewas dalam Serangan Drone Israel di Gaza |
|
|---|
| Israel Perluas Kendali di Tepi Barat, Menteri Zionis: Kami Terus Membunuh Gagasan Negara Palestina |
|
|---|
| Trump Kecam Rencana Israel Caplok Tepi Barat Palestina |
|
|---|
| Serangan Terbaru Israel Tewaskan 30 Warga Gaza, Korban Harian Tertinggi Sejak Gencatan Oktober 2025 |
|
|---|
| Setelah Hampir 2 Tahun Ditutup, Perbatasan Rafah Gaza–Mesir Akhirnya Bakal Dibuka Kembali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Umat-Muslim-sedang-melakukan-salat-di-Masjid-Al-Aqsa.jpg)