Berita Langsa
Pemko Langsa Target 2024 Zero New Stunting
Pj Wali Kota Langsa, Syaridin, SPd, MPd, diwakili Sekda Ir Said Mahdum Majid, mengatakan permasalahan stunting adalah persoalan serius bagi Pemerintah
Penulis: Zubir | Editor: Mursal Ismail
Pj Wali Kota Langsa, Syaridin, SPd, MPd, diwakili Sekda Ir Said Mahdum Majid, mengatakan permasalahan stunting adalah persoalan serius bagi Pemerintah di semua jenjang di Indonesia yang harus mendapatkan perhatian semua pihak.
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Pemerintah Kota atau Pemko Langsa, Senin (26/2/2024) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024, di Aula Sekretariat Daerah Kota Langsa.
Pj Wali Kota Langsa, Syaridin, SPd, MPd, diwakili Sekda Ir Said Mahdum Majid, mengatakan permasalahan stunting adalah persoalan serius bagi Pemerintah di semua jenjang di Indonesia yang harus mendapatkan perhatian semua pihak.
Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan terus, harus ada komitmen yang kuat dari semua unsur terkait.
Dalam menangani permasalahan stunting secara bersama serta program yang telah dirancang hendaknya dapat dilaksanakan dengan baik.
Menurut Said, pada Agustus 2023, kasus stunting di Kota Langsa sebanyak 136 kasus dan pada Januari tahun 2024 menjadi 96 kasus.
"Angka ini terendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Aceh,” ujar Sekda.
Baca juga: VIDEO Kapal Kapal Inggris RubymarRubymar Hancur lalu Tenggelam usai Dirudal Houthi di Laut Merah
Said menambahkan, program penurunan stunting telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019 yang dilanjutkan dalam RPJM Tahun 2020-2024.
Di mana pada tahun 2024 target prevalensi stunting harus mencapai 14 persen guna mendukung upaya percepatan penurunan stunting.
Sementara Kepala DP3A2KB Kota Langsa, Amrawati, menjelaskan, Pemko Langsa memerlukan strategi yang komperhensif dalam percepatan penurunan stunting.
Agar mencapai angka prevalensi di bawah 14 persen pada Tahun 2024 dan mewujudkan Zero New Stunting di Kota Langsa.
Upaya penurunan stunting memerlukan keterpaduan dalam penyelenggaraan intervensi gizi spesifik dan sensitif yang sesuai dan tepat sasaran.
"Yaitu remaja, calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0-59 bulan,” ungkapnya. (*)
Baca juga: Panwascam Tanah Jambo Aye Limpah Kasus Dugaan Kecurangan KPPS Saat Pencoblosan ke Panwaslih
| Ada Aktivitas Pembukaan Lahan Sekitar 1.000 Hektare di Jamur Labu, Sumber Air Banjir Langsa |
|
|---|
| Tak Jelas Motifnya, Warga di Langsa Timur Tega Bacok Tetangganya |
|
|---|
| Meski Harga Tinggi, Warga Langsa Masih Ramai Beli Emas, Cek Rinciannya, Edisi 14 Januari 2026 |
|
|---|
| Penerimaan BC Langsa Tahun 2025 Jauh Lampau Target, Capai Rp 922 Juta Lebih |
|
|---|
| Evaluasi Draft APBK 2026, Menurut Sekda Langsa Hal Biasa dan Bagian dari Proses |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rakor-stunting-2024.jpg)