Rabu, 13 Mei 2026

Berita Pidie

Tinjau TMMD di Tangse, Danrem Lilawangsa Terobos Hutan Pakai Trail

Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Kav Kapti Hertantyawan, meninjau progran TMMD ke-119 Kodim 0102 Pidie di Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Kav Kapti Hertantyawan, terobos hutan pakai trail saat meninjau progran TMMD ke-119 Kodim 0102 Pidie di Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Minggu (3/3/2024). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Kav Kapti Hertantyawan, meninjau progran TMMD ke-119 Kodim 0102 Pidie di Gampong Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Minggu (3/3/2024).

Dalam kunjungan tersebut, Danrem mengendarai trail menerobos hutan Tangse dengan kondisi jalan mendaki. 

Selain itu, Dandim 0102 Pidie, Letkol Inf Abd Jamal Husin MHan, mengendarai trail mendampingi Danrem 011/Lilawangsa. 

Akses jalan bebatuan, licin dan berlumpur. Saat musim penghujan permukaan air sungai meluap sehingga hasil panen kerap terbawa arus sungai.

Kunjungan danrem bersama rombongan, guna melihat progres TMMD Kodim 0102 Pidie, di Desa Beungga, Kecamatan Tangse

Di sela-sela kunjungan itu, Danrem menemui personel satgas dan warga Beungga.

Baca juga: Jumpa Petani Saat Pantau TMMD di Tangse, Dandim Pidie Dicurhati Soal Jalan Rusak

Untuk diketahui, Gampong Beungga letaknya terpencil, yang dihuni 1.669 jiwa penduduk, dengan luas perkebunan 40 hektar. 

Di areal perkebunan, petani menanam coklat, pinang, durian dan cabai. 

Mansur (53) seorang warga Beungga, Minggu (3/3/2024) mengatakan,  jika mengendarai sepeda motor saat ke kebun, maka Mansur butuh satu kali jalan melintas, guna mengangkut hasil panen dari kebun miliknya seluas satu hektar.

Akan tetapi, jika harus berjalan kaki memerlukan tiga kali melintas, yang memasaknya harus bolak-balik ke pengepul untuk membawa hasil panen. 

“Normalnya, saya harus menempuh perjalanan dengan waktu satu jam dari rumah ke kebun. 

Tapi, jika turun hujan maka perjalanan akan semakin lama mencapai dua hingga tiga jam mengangkut hasil panen,” ungkapnya.

Amrizal (48) warga lainnya, Minggu (3/3/2024) menyebutkan, akses jalan selalu menjadi kendala bagi masyarakat. 

Padahal, hasil kebun bisa mendongkrak perputaran ekonomi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved