Kamis, 30 April 2026

Berita Banda Aceh

Festival Meukat Halal Aceh 2024 Dorong UMKM Dapatkan Sertifikasi Halal

Festival Meukat Halal Aceh ini diawali dengan sosialisasi dan pendaftaran sertifikat halal bagi pelaku usaha serta pendampingan produk halal.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/FIRDHA USTIN
Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Rony Widijarto Purubaskoro memberi sambutan pembukaan Festival Meukat Halal 2024 di salah satu hotel ballroom di Banda Aceh, Rabu (6/3/2024). 

Festival Meukat Halal Aceh 2024 Dorong UMKM Dapatkan Sertifikasi Halal

Laporan Firdha Ustin I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menggelar Festival Meukat Halal Aceh 2024, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong UMKM Aceh agar bersertifikat halal yang berlangsung di salah satu hotel di Banda Aceh, Rabu (6/3/2024).

Festival Meukat Halal Aceh ini diawali dengan sosialisasi dan pendaftaran sertifikat halal bagi pelaku usaha serta pendampingan produk halal dengan mengangkat tema 'Mendorong UMKM Green dan Berserifikat (Meukat) Halal dalam rangka Mendorong Halal Value Chain di Provinsi Aceh', diprakarsai oleh kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh, LPPOM MPU Aceh, dan Satgas Halal Kementerian Agama Kanwil Aceh.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Rony Widijarto Purubaskoro mengatakan, acara ini sekaligus menjadi rangkaian acara Road to Festival Syariah (Fesyar) 2024 yang akan berlangsung di Batam pada Mei mendatang.

"Jadi tiga hal yang kita lakukan di seluruh provinsi termasuk Aceh adalah membahas terkait tentang penguatan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah dan riset asesmen literasi ekonomi syariah. Ini yang menjadi penting adalah untuk dilakukan di daerah yang penguatan ekonomi syariah, salah satunya peningkatan nilai rantai halal karena ini menjadi
upaya untuk kontribusi produk-produk halal," kata Rony.

Peran utama dan pengembangan ekonomi keuangan syariah dan industri halal berupa penguatan terhadap asensisi sertifikat halal dalam produksi dan pemasaran tidak hanya dibutuhkan sebagai syarat administratif tapi juga sebagai upaya kepatuhan etika dalam bisnis Islam.

Rony menambahkan, Aceh dan daerah lainnya memiliki produk-produk halal yang sangat potensial, produk tersebut berasal dari sektor pertanian, makanan, fashion dan pariwisata halal. Sehingga untuk mengembangkan potensi tersebut, dibutuhkan adanya dukungan dan infrastruktur berupa akselerasi sertifikat halal. 

"Jadi produk-produk UMKM khususnya bahan makanan ini akan bisa juga didistribusikan tidak hanya di Aceh tapi juga di nasioanl, makanya kita perlu bagaimana mengakselerasi sertifikat halal," tambahnya. 

Dalam kesempatan yang sama, ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali juga turut memberikan apresiasi kepada BI atas gelaran acara ini.

Menurutnya, kegiatan ini turut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya sertifikat halal pada suatu produk sehingga diharapkan masyarkat cerdas dalam memilih produk yang digunakan maupun yang masuk ke dalam tubuh.

Di sisi lain, Tgk Faisal lantas mengungkap setidaknya kategori halal terbagi empat yakni, halal dari segi komponen, proses, peruntukan suatu produk yang diberli dan pemanfaat dari sesuatu yang kita jual.

"Kita bersyukur pada Allah untuk mengonsumsi sesuatu yang halal dan sudah banyak pilihan
dengan yang halal sekatang ini" terang Tgk Faisal.

Dengan masifnya sosialisasi sertifikat halal, Tgk Faisal memastikan, pada Oktober 2024 nanti, dipastikan tidak ada lagi produk haram yang ditemukan di Indonesia.

"Tahun ini pemerintah pada Oktober tanggal 18 itu sudah zero haram di Indonesia, semua produk harus halal, itu baru saja komunikasi Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal pusat bahwa tahun ini tidak boleh yang tidak halal lagi di Indonesia maka hari ini menjadi syukur kita kepada Allah, kalau dulu sangat sulit mencari yang halal tapi sekarang gak sulit lagi cuma butuh pengorbanan sedikit," pungkas Tgk Faisal.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved