video

VIDEO Hamas Protes Penunjukan PM Baru Palestina, Punya Latar Belakang Lulusan Universitas AS

Selain itu, latar belakang pendidikan PM Baru Palestina diduga turut menjadi alasan penolakan Hamas.

Editor: Teuku Fauzan

SERAMBINEWS.COM - Penunjukan Perdana Menteri Palestina yang baru, Mohammad Mustafa menuai protes dari Hamas.

Hal ini karena Otoritas Palestina tidak melibatkan Hamas dalam proses penunjukan Pemimpin baru Negara yang tengah dijajah Zionis tersebut.

Selain itu, latar belakang pendidikan PM Baru Palestina diduga turut menjadi alasan penolakan Hamas.

Dilansir VOA via Tribunnews, Senin (18/3/2024), Mohammad Mustafa merupakan lulusan George Washington University di Amerika Serikat.

Ia adalah anggota komite eksekutif independen Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang didominasi gerakan Fatah.

Mustafa sebelumnya menduduki jabatan sebagai Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi.

Kemudian menjadi dewan di Dana Investasi Palestina serta bekerja di sejumlah posisi senior di Bank Dunia.

Baca juga: Jihad Islam Palestina: AS dan Israel tidak Ingin Perang di Gaza Berhenti

Rekam jejak inilah yang membuat Mustafa menjadi salah satu orang kepercayaan Presiden Mahmoud Abbas.

Bahkan, pria berusia 69 tahun ini juga terlibat dalam upaya rekonstruksi di Gaza setelah invasi Israel pada 2014 silam.

Mohammad Mustafa kemudian ditunjuk sebagai PM baru Palestina pada Kamis (14/3/2024), menggantikan Mohammad Shtayyeh yang mundur bulan lalu.

Namun, keputusan ini tampaknya tak hanya mendapat penolakan dari Hamas.

Kelompok perlawanan Palestina lainnya seperti Jihad Islam dan Inisiatif Nasional Palestina juga menolak penunjukan PM Baru itu.

Hamas menilai, pengambilan keputusan secara sepihak oleh Presiden Abbas hanya akan memperdalam perpecahan yang belakangan ini sudah mulai akur.(*)

Host: Suhiya Zahrati

Baca juga: Pertarungan Pemilihan Presiden Palestina Pengganti Mahmoud Abbas Dapat Runtuhkan Otoritas Palestina

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved