Senin, 11 Mei 2026

Video

VIDEO Israel Makin Boncos usai Dihantam Rudal, Setengah Pekerja di Pelabuhan Eilat Jadi Korban PHK

Hampir setengah dari para pekerja yang berada di Pelabuhan Eilat Israel, dilaporkan berisiko kehilangan pekerjaan, setelah pelabuhan tersebut diserang

Tayang:
Editor: Muhammad Aziz

SERAMBINEWS.COM - Hampir setengah dari para pekerja yang berada di Pelabuhan Eilat Israel, dilaporkan berisiko kehilangan pekerjaan, setelah pelabuhan terbesar ketiga di Israel tersebut mengalami pukulan finansial akibat krisis yang melanda di jalur perdagangan Laut merah.

Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) mencuat usai Federasi buruh Histadrut, organisasi payung bagi ratusan ribu pekerja sektor publik Israel mengungkap rencana pelabuhan Eilat Israel yang akan melakukan pemangkasan karyawan mulai Rabu (20/3/2024).

Tak dijelaskan secara spesifik divisi mana saja yang akan terpengaruh dalam PHK kali ini, menurut informasi yang dikumpulkan Federasi buruh Histadrut, pihak manajemen pelabuhan kabarnya akan memecat setengah dari 120 karyawannya.

Adapun konflik ini pertama kali pecah pada November lalu tepatnya setelah Houthi, milisi sayap kanan Iran itu melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal kargo milik perusahaan Israel dan para sekutunya yang melintas di Laut Merah.

Tak sampai disitu Houthi berulang kali membombardir pelabuhan Eliat yang menjadi pusat perekonomian Israel, hingga sejumlah pemukiman yang berada di dekat pelabuhan Eliat hancur akibat dihantam sebuah rudal jelajah yang datang dari arah Laut Merah.

Pejabat Houthi beranggapan blokade dan penyerangan yang mereka lakukan adalah bentuk protes atas agresi Israel di Gaza, Palestina yang telah menewaskan lebih dari 31.000 jiwa.(*)

VO: Rara
EV: Aziz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved