Senin, 18 Mei 2026

Video

VIDEO - Iran Bergerak Diam-diam, Dialog Panjang Elite Politik Picu Spekulasi Baru

Sejumlah media Iran, termasuk Iranintl, menyebut ada beberapa isu strategis yang diduga menjadi fokus pembahasan

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa dirinya telah menggelar pertemuan penting dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas.

Pertemuan tersebut disebut berlangsung cukup lama hingga mencapai 2,5 jam dan digelar pada Jumat (8/5/2026).

Informasi itu disampaikan melalui keterangan resmi yang ditayangkan televisi pemerintah Iran.

Baca juga: VIDEO - Tiga Kapal Perusak AS Diserang IRGC, Washington Langsung Balas Iran

Meski demikian, isi detail percakapan antara kedua tokoh penting Iran tersebut belum diungkap sepenuhnya kepada publik.

Sejumlah media Iran, termasuk Iranintl, menyebut ada beberapa isu strategis yang diduga menjadi fokus pembahasan dalam dialog tersebut.

Salah satunya terkait kondisi internal Iran pasca konflik dengan Amerika Serikat dan Israel yang belakangan memicu ketegangan besar di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, pertemuan tersebut juga disebut membahas konsolidasi pemerintahan serta penguatan koordinasi di kalangan elite politik Iran.

Isu negosiasi dan tekanan politik dari Amerika Serikat juga dikabarkan turut menjadi topik penting dalam pembicaraan itu.

Baca juga: Update Hari ke-70 Perang Iran: AS-Iran Saling Tembak di Selat Hormuz, Gencatan Senjata Terancam?

Masoud Pezeshkian menggambarkan suasana dialog dengan Mojtaba Khamenei berlangsung tenang, penuh empati, dan dilandasi rasa saling percaya.

Bahkan Presiden Iran tersebut menyebut sikap Mojtaba Khamenei layak menjadi teladan dalam sistem pemerintahan Iran.

Pertemuan ini menjadi perhatian luas karena berlangsung saat Iran disebut sedang meninjau ulang kerangka negosiasi dengan Amerika Serikat.

Di sisi lain, banyak pihak menilai dialog tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Mojtaba Khamenei masih memegang kendali penting dalam arah kepemimpinan dan kebijakan strategis Iran.

Situasi ini sekaligus memperlihatkan adanya upaya konsolidasi internal di tubuh pemerintahan Iran di tengah tekanan geopolitik dan ancaman konflik yang belum sepenuhnya mereda.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved