Sakit Hati Sering Dibully, Remaja 16 Tahun Bakar 3 Temannya di Kamar, 2 Orang Tewas
Pelaku nekat melakukan aksi tersebut, lantaran sakit hati sering di-bully oleh para korban.
SERAMBINEWS.COM - Sakit hati sering dibully, seorang remaja 16 tahun nekat membakar 3 orang temannya karena sering membully, hingga 2 orang tewas.
Tak hanya dibully pelaku pembakaran juga sering mengalami kekerasan.
Remaja tersebut adalah seorang santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yakin di Kampung (desa) Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau
Terungkap alasan remaja tersebut nekat membakar kamar tiga orang temannya.
Akibat pembakaran tersebut, dua orang korban tewas terpanggang. Sedangkan satu korban mengalami luka bakar.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, Iptu Tony Prawira mengatakan, pelaku yang membakar temannya itu berinisial EDP (16) warga Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
Pelaku nekat melakukan aksi tersebut, lantaran sakit hati sering di-bully oleh para korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sering di-bully oleh para korban,
Pelaku juga mengaku sering mengalami kekerasan selama berada di pondok," ungkap Tony saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat (22/3/2024) malam.
Dia menyebutkan, dua orang korban yang tewas terpanggang, berinisial FTP (18) warga asal Bekasi, Jawa Barat, dan NMA (14) warga Kecamatan Dayun, Siak. Sedangkan satu korban luka bakar, berinisial SP (16).
"Korban yang selamat mengalami luka bakar 40 persen," sebut Tony.
Pelaku, kata dia, saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelaku dijerat dengan pasal berlapis, yang ancamannya pidana penjara seumur hidup dan paling lama 20 tahun.
Tony mengatakan, pelaku yang menjadi korban perundungan dari teman-temannya sesama santri, membakar kamar pondok tempat mereka tinggal, pada Minggu (18/2/2024) lalu, sekitar pukul 04.00 WIB.
Dalam kejadian itu, mengakibatkan dua orang santri tewas dan satu orang mengalami luka bakar.
Atas kejadian tersebut, orangtua dari korban FTP, melaporkan ke Polres Siak.
"Berdasarkan laporan dari keluarga korban, kami melakukan serangkaian penyelidikan. Mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi-saksi," kata Tony.
Hasil dari penyelidikan tersebut, petugas berhasil mengungkap bahwa ketiga korban sengaja dibakar oleh pelaku, EDP.
"Pelaku kami tangkap pada Kamis (21/3/2024), dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia dan atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain," ujar Tony.
Pelaku ditangkap untuk diproses secara hukum. Petugas juga telah menyerahkan surat perintah penangkapan kepada keluarga tersangka.
Kesal Terus Dibully, ABK Ini Nekat Aniaya Teman Sekelas
Sadis dan brutal, seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) di Thailand nekat menganiaya teman sekelasnya.
Bahkan lebih mirisnya ABK ini menganiaya temannya hingga meninggal dunia.
Setelah diselidiki, ternyata penyebab pelaku melakukan hal itu karena korban sering mem-bully atau menindas dirinya.
Menurut staf administrasi sekolah yang tak mau disebutkan namanya, siswa kelas delapan berusia 14 tahun itu diduga ditikam dua kali di bagian leher di Sekolah Nak Nava Upatham di distrik Phra Khanong Bangkok pada Senin (29/1/2024).
Dikutip dari Independent pada Rabu (31/1/2024), insiden itu terjadi tepat setelah kebaktian pagi dan kantor polisi Klong Tan di Bangkok melaporkan penikaman fatal tersebut terjadi pada pukul 8.40 pagi waktu setempat.
Petugas polisi senior Witthawat Chinkham pergi ke lokasi sekolah setelah adanya laporan atas insiden tersebut.
Dihadapan petugas polisi, pelaku mengaku bahwa korban telah menyerangnya beberapa kali, meninju kepala dan wajahnya untuk meminta uang sebesar 20 baht (Rp 8.800).
"Uang itu untuk membeli rokok," Bangkok Post mengutip Wachirakon Wongbun selaku kepala polisi Kantor polisi Klong Tan.
Sementara menurut staf sekolah, pelaku atau anak laki-laki yang juga berusia 14 tahun itu sering diintimidasi oleh teman sekolahnya.
Dari laporan yang ada, pelaku kemudian mengeluarkan pisau buah dan menikam leher korban.
Korban yang terluka itu kemudian mencoba berlari ke bawah untuk melarikan diri tetapi dia ditikam lagi di bagian kanan lehernya dan pingsan di lapangan basket sekolah.
Anggota Yayasan Poh Teck Tung, sebuah organisasi penyelamat yang memberikan bantuan saat terjadi kecelakaan dan bencana, mencoba menyadarkan korban sebelum dibawa ke Rumah Sakit Umum Vibharam.
Namun akhirnya korban dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Sedangkan pelaku yang diduga menyerang teman sekelasnya dibawa ke Kantor Polisi Klong Tan untuk diinterogasi di hadapan orang tuanya dan pekerja sosial dari Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand.
(Tribunnewsmaker.com/Kompas.com/Idon Tanjung, Dita Angga Rusiana)(Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com dengan judul Sering Dibully, Remaja 16 Tahun Nekat Membakar 3 Temannya di Kamar, 2 Orang Tewas Terpanggang
Baca juga: Kate Middleton Umumkan Mengidap Kanker, Ini Profilnya: Warga Biasa yang Jadi Istri Pangeran
Baca juga: Telat Mandi Besar Sampai Terbit Matahari karena Tertidur, Gimana Hukum Puasanya? Ini Kata Buya Yahya
| Diguncang Serangan AS-Israel, Iran Tak Tumbang: Struktur Kekuasaan Justru Kian Mengakar? |
|
|---|
| VIDEO - Bupati Aceh Selatan Lantik 24 Pejabat Administrator |
|
|---|
| Update Hari ke-60 Perang Iran: Proposal Damai Hormuz Mengemuka, AS Pertimbangkan Tunda Isu Nuklir |
|
|---|
| Pulo Aceh Diguyur Anggaran Rp 20 Miliar, Jalan hingga Irigasi Mulai Dibangun |
|
|---|
| Hutama Karya Tunggu Keputusan Regulator Terkait Operasional Fungsional Tol Padang Tiji–Seulimeum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anak-perwira-TNI-tewas-terbakar.jpg)