Breaking News

Berita Banda Aceh

Ombudsman Pantau Arus Mudik

"Sayang kan, orang tua harus berdiri, antre lama, baru dilayani." DIAN RUBIANTY, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh

Editor: mufti
For Serambinews.com
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty bersama Kadishub Aceh, Faisal melakukan pemantauan arus mudik dalam kapal penyeberangan rute Ulee Lheue, Banda Aceh-Balohan, Sabang, Banda Aceh, Sabtu (6/4/2024). 

"Sayang kan, orang tua harus berdiri, antre lama, baru dilayani." DIAN RUBIANTY, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ombudsman RI Perwakilan Aceh melakukan pemantauan pelayanan mudik Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah, sejak Operasi Ketupat Seulawah digelar tim gabungan, Kamis (5/4/2024).

Pemantauan itu dilakukan Ombudsman di tiga lokasi berbeda. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, mengatakan, tiga lokasi tersebut adalah Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Terminal Tipe B Kota Banda Aceh di Luengbata, dan Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue.

Selain memantau pemenuhan standar pelayanan publik, Ombudsman juga memastikan tersedianya layanan khusus untuk yang sudah lanjut usia (lansia), ibu hamil, ibu dengan balita, serta difabel di setiap unit layanan. "Sayang kan, orang tua harus berdiri, antre lama, baru dilayani," kata Dian, Sabtu (6/4/2024).

Menurut Dian, pihaknya masih mendapati lansia yang tidak mendapatkan layanan prioritas. Hal tersebut sudah langsung disampaikan kepada penyelenggara layanan.

Selain layanan prioritas untuk kelompok khusus, Ombudsman juga memastikan sarana penting seperti kamar mandi dan tempat shalat dalam kondisi baik. "Terima kasih atas kerja sama Dishub Aceh dan Dishub Kota Banda Aceh. Saran kami untuk perbaikan kamar mandi di pelabuhan dan terminal sudah dilakukan," ujarnya.

Dian mengharapkan masyarakat pengguna layanan bersedia bekerja sama dengan penyelenggara, terutama turut serta memudahkan kelompok masyarakat yang membutuhkan layanan prioritas, sehingga perjalanan menjadi nyaman dan aman untuk semua.

"Pelayanan publik Islami di Aceh akan terlihat dari sikap saling tolong-menolong dan saling memudahkan. Siapa lagi yang menjaga Aceh yang mulia ini kalau bukan kita," tutup Dian.(iw)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved