Selasa, 28 April 2026

Kajian Islam

Sering Disepelakan, Ternyata Begini Adab Bersalaman yang Benar Kata Buya Yahya Mumpung Masih Lebaran

Terlalu cepat melepaskan jabat tangan saat bersalaman adalah suatu bentuk kegengsian dan hal ini kerap ditemukan pada anak-anak zaman sekarang.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBI/SYAMSUL AZMAN
Ustaz Yahya Zainul Ma'arif Jamzuri Lc MA PhD atau yang lebih dikenal Buya Yahya mengungkap adab bersalaman. 

Salam merupakan suatu doa agar orang dijumpainya tersebut bahagia dalam hidupnya dengan keselamatan dan kesejahteraan.

Tak hanya itu, salam juga berarti sebuah penghormatan atau tanda ketulusan.

Meski sangat sederhana, namun salam juga memiliki makna dan hikmah yang mendalam.

Hal tersebut disampaikan pendakwah Buya Yahya dalam sebuah kajian dakwahnya.

Kata Buya Yahya dikutip dari laman Al Bahjah, dengan bersalaman, seseorang dapat memahami betapa pentingnya ketulusan dan penghormatan dalam berjabat tangan dan makna mendalam dalam berjabat tangan.

Buya Yahya kemudian mengutip ajaran Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa ketika dua orang bersahabat kemudian berjabatan tangan, yang paling dekat kepada Allah adalah yang paling tulus dalam berjabatan tangan.

Ini mengisyaratkan bahwa tindakan sederhana ini memiliki dimensi spiritual yang dalam.

Berjabat tangan bukanlah sekedar formalitas kosong.

Ia mencerminkan ketulusan dalam bersahabat dan menunjukkan penghargaan kepada sahabat atau kawan kita.

Dalam konteks ini, ketulusan adalah kunci. Ketika kita merasa dekat dengan Allah dan tulus dalam berjabatan tangan, kita akan mendapat keberkahan.

Namun, tindakan berjabat tangan tidak hanya berhenti pada ketulusan.

Buya Yahya juga menekankan pentingnya penghormatan dalam berjabatan tangan.

Sebagian orang mungkin dengan cepat mencabut tangannya setelah bersalaman, tetapi sejatinya, ketika kita menghormati sahabat kita dengan menahan jabatan tangan untuk beberapa saat, itu adalah tanda penghormatan yang tulus.

Selain ketulusan dan penghormatan, ceramah Buya Yahya juga mengajarkan bahwa tata krama dan akhlak harus hadir dalam setiap aspek persahabatan kita.

Ketika kita bersahabat dalam berbagai bentuk, seperti dalam perusahaan dengan rekan kerja atau dalam rumah tangga dengan pasangan, makna persahabatan harus ada.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved