Berita Luar Negeri

‘Keputusan Berani’ Hizbullah Memuji Serangan Iran Terhadap Israel: Mereka Menggunakan Hak Hukumnya

Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu, bahwa Iran telah menggunakan hak-hak hukumnya meskipun ada ancaman, intimidasi dan tekanan

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Twitter-X/Twitter-X
Pengawal Revolusi Iran meluncurkan Drone Kamikaze dan Rudal Balistik, ke Israel, Minggu (14/4/2024). Apa itu Operasi Janji Setia? Serangan balas dendam Iran kepada Israel buntut tewasnya jenderal IRGC. 

‘Keputusan Berani’ Hizbullah Memuji Serangan Iran Terhadap Israel: Mereka Menggunakan Hak Hukumnya

SERAMBINEWS.COM - Kelompok Hizbullah Lebanon memuji serangan Iran terhadap Israel yang dilancarkan pada Minggu (14/4/2024) dini hari WIB.

Hizbullah menggambarkan serangan yang dilakukan Iran terhadap Israel sebagai keputusan yang “berani”.

Kelompok itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu, bahwa Iran telah menggunakan hak-hak hukumnya meskipun ada “ancaman, intimidasi dan tekanan”.

Pernyataan itu tersebut muncul ketika Israel mengatakan pada bahwa mereka telah menyerang situs Hizbullah di timur Lebanon dekat perbatasan Suriah, setelah serangan Iran terhadap Israel.

Dikutip dari live update situasi di Timur Tengah dari The Guardian pada Senin (15/4/2024), sumber Hizbullah bahwa serangan Israel itu menargetkan sebuah daerah dekat Baalbek dan menargetkan bangunan dua lantai milik Hizbullah.

“Bahwa dalam serangan itu tidak ada korban jiwa,” ujar sumber.

Pangkalan Udara Israel di al-Naqab berhasil menjadi sasaran Iran
Pangkalan Udara Israel di al-Naqab berhasil menjadi sasaran Iran (SERAMBINEWS.COM/media sosial)

 

Iran Gunakan Pasal 51 Piagam PBB untuk Serang Israel

Iran akhirnya meluncurkan serangan ke Israel pada Minggu (14/4/2024) dini hari WIB setelah mengancam akan membalas serangan Tel Aviv terhadap konsulat Iran di Suriah hampir dua minggu lalu.

Ratusan rudal dan drone dilepaskan baik dari wilayah Iran, maupun proksinya ke arah Israel.

Iran pun melegitimasi serangannya ke Israel dengan Pasal 51 Piagam PBB.

“Dilakukan berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB mengenai pertahanan yang sah, tindakan militer Iran adalah respons terhadap agresi rezim Zionis terhadap lokasi diplomatik kami di Damaskus,” tutur perwakilan tetap Iran di PBB melalui media sosial X, dikutip dari Kompas TV.

Menurutnya, persoalan mengenai serangan ke konsulat Iran itu bisa dianggap selesai dengan serangan ke Israel.

“Namun jika rezim Israel melakukan kesalahan lagi, reaksi Iran akan jauh lebih parah. Ini adalah konflik antara Iran dan rezim jahat Israel,” tambahnya.

Mereka pun memberikan peringatan kepada Amerika Serikat (AS), yang terus memberikan dukungan kepada Israel, setelah peringatan yang dikeluarkan Iran.

“AS harus menjauh,” lanjut pernyataan perwakilan Iran di PBB tersebut.

 AS sebelumnya telah melakukan segala cara untuk mencegah Iran menyerang Israel.

Negara adidaya itu berusaha meminta bantuan kepada China, dan negara-negara Arab untuk meyakinkan Iran tak melakukan serangan ke Israel.

Presiden AS Joe Biden sempat mengatakan jika Iran sampai menyerang Israel, pihaknya akan membantu negara Zionis itu untuk membela diri.

Dilansir Al Jazeera, Korps Garda Revolusi Islam Iran, Sabtu (13/4/2024), mengatakan mereka meluncurkan drone dan rudal ke Israel di bawah operasi "Janji Sejati".

Serangan itu dilancarkan hampir dua minggu setelah serangan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah yang menewaskan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Israel tidak mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi Tel Aviv diyakini sebagai pelakunya.

"Kami telah meluncurkan sebuah operasi dengan drone dan rudal sebagai respons atas kejahatan entitas Zionis (Israel) yang menargetkan konsulat Iran di Suriah," kata Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam suatu pernyataan.

"Operasi itu dilakukan dengan lusinan rudal dan drone untuk menyerang target-target spesifik di wilayah-wilayah yang diduduki,” pungkasnya.

 

Iran Janji Akan Serang Israel Lagi Jika Tel Aviv Berulah Kembali

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, mengatakan pihaknya akan menyerang Israel lebih besar lagi jika Tel Aviv melakukan serangan balasan.

Tak hanya itu, Iran juga memperingatkan Washington bahwa dukungan apa pun terhadap serangan balasan Israel akan berakibat buruk.

Bagheri menegaskan pihaknya tak akan segan-segan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS).

 "Respons kami akan jauh lebih besar dibandingkan serangan malam ini jika Israel melakukan serangan balasan," kata Bagheri kepada TV pemerintah, Minggu (14/4/2024), dilansir The Guardian.

Pejabat Iran menambahkan negara-negara tetangga mereka telah diberi tahu beberapa hari sebelum serangan udara ke Israel terjadi.

Saat berbicara kepada duta besar asing di Teheran, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, mengatakan pihaknya juga telah memebri tahu AS bahwa serangannya terhadap Israel akan "terbatas" dan untuk penahanan diri.

Iran telah melancarkan serangan ke Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam dan Minggu (14/4/2024) dini hari.

Serangan itu merupakan balasan atas aksi Israel di konsulat Iran di Damaskus, Suriah, yang menewaskan 13 orang, termasuk jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Belum ada konfirmasi resmi mengenai berapa jumlah pasti drone atau rudal balistik dan jelajah yang dikirim Iran ke Israel.

Namun, militer Israel mengatakan Iran meluncurkan lebih dari 300 drone.

Drone Iran telah menjadi berita utama internasional selama beberapa tahun terakhir, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Para pejabat Ukraine mengatakan drone Shahed milik militer Rusia rancangan Iran terus menghujani wilayah mereka.

Drone kamikaze Shahed-136 yang membawa hulu ledak relatif kecil dengan berat sekitar 50kg (110 pon) digunakan dalam serangan terhadap Israel, televisi pemerintah Iran mengatakan pada Minggu.

Dilansir AlJazeera, saluran Telegram yang berafiliasi dengan IRGC mengatakan Shahed-238, yang ditenagai oleh turbojet, juga digunakan dalam serangan itu.

Model 238 memiliki beberapa kemampuan manuver untuk kecepatan yang jauh lebih tinggi yang diyakini mencapai 600kmph (372mph).

Iran telah lama dikenal memiliki persenjataan rudal terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, tetapi sejauh ini ini merupakan uji coba terbesar atas kemampuannya.

Televisi pemerintah Iran mengatakan rudal balistik jarak jauh Emad dan rudal jelajah Paveh digunakan untuk menyerang Israel.

Dalam latihan militer skala besar yang mencakup simulasi serangan terhadap pangkalan udara Palmachim di Israel pada Februari 2024 lalu, IRGC menggunakan rudal Emad dan meluncurkan rudal balistik Dezful dari kapal perang.

Iran juga memiliki Fattah, rudal balistik hipersonik yang secara teori dapat tiba di Israel hanya dalam waktu tujuh menit, bersama dengan varian rudal jelajah dari jenis yang sama.

Namun, tidak ada indikasi rudal tersebut digunakan dalam serangan Minggu pagi.

Apa pun yang terjadi, dalam serangan besar-besaran selama beberapa jam, Iran berhasil melancarkan serangan drone dan rudal terbesar yang pernah terjadi yang mencakup jarak terjauh dalam operasi militer sesungguhnya.

"Operasi tersebut mencapai tingkat keberhasilan yang melebihi ekspektasi kami," kata Panglima IRGC, Hossein Salami.

Ia juga menambahkan proyektil tersebut hanya menargetkan lokasi militer Israel, termasuk pangkalan udara Nevatim di gurun Negev yang diduga digunakan untuk melancarkan serangan Zionis ke konsulat Iran di Suriah.

(Serambinews.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved