Rabu, 13 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

Bertemu Pemimpin Hamas di Istanbul, Erdogan Serukan Palestina Bersatu Lawan Serangan Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar masyarakat Palestina bersatu di tengah serangan Israel ke Jalur Gaza.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Direktorat Komunikasi Turki via X
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersalaman dengan Kepala Politbiro Hamas Ismail Haniyeh di Istanbul, Sabtu (20/4/2024). 

SERAMBINEWS.COM, ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar masyarakat Palestina bersatu di tengah serangan Israel ke Jalur Gaza.

Hal tersebut disampaikan Erdogan usai bertemu dengan Kepala Politibiro Hamas Ismail Haniyeh di Istanbul, Turki, Sabtu (20/4/2024).

Palestina saat ini terbagi dalam dua pemerintahan, yakni Hamas di Jalur Gaza dan Fatah atau Otoritas Palestina di Tepi Barat. 

"Vital bagi masyarakat Palestina untuk bertindak selama proses ini. Respons terkuat terhadap Israel dan satu-satunya jalur kemenangan adalah persatuan dan integritas," kata Erdogan dikutip Al Jazeera.

 
Sejak awal serangan Israel ke Gaza, pemerintah Turki diketahui berulangkali mengecam tindakan Tel Aviv.

Pada November 2023 lalu, Turki pun menarik duta besarnya dari Israel karena krisis kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Erdogan mengingatkan para pihak agar tidak mengalihkan perhatian dari Gaza seiring eskalasi Iran dan Israel.

Menurutnya, eskalasi Iran-Israel yang memicu kekhawatiran terkait konflik regional seharusnya tidak mengalihkan perhatian internasional dari Gaza.

"Bahkan jika hanya tersisa saya sendiri, Tayyip Erdogan, saya akan terus mempertahankan perjuangan Palestina dan menyuarakan masyarakat Palestina yang tertindas selama Tuhan memberi saya hidup," kata Erdogan.

Hamas diketahui membuka kantor di Turki sejak 2011 silam. Haniyeh pun dilaporkan kerap berkunjung ke Turki.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan juga dilaporkan bertemu Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry.

Keduanya membahas kelaparan di Gaza dan menuntut Israel membuka seluruh titik penyeberangan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan.

"Kami menuntut enam penyeberangan Israel di Gaza dibuka untuk bantuan kemanusiaan," kata Shoukry usai pertemuan.

Kedua Menlu tersebut juga menyebut Israel melanggar hukum internasional jika tidak membuka titik penyeberangan.

Keduanya pun mendesak Iran dan Israel menahan diri agar tidak memicu konflik regional.

Baca juga: Gagal Raup Suara di Pemilu Lokal Turki,Posisi Erdogan Terancam,Jadi Kekalahan Pertama Dalam 20 Tahun

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved