Kamis, 21 Mei 2026

Berita Aceh Barat

Petani Samatiga Aceh Barat Gelar Kenduri Blang, Sepakat Tanam Padi Secara Serentak 2 Kali Setahun

Petani dan masyarakat di kawasan Paya Lumpat dan sekitarnya sepakat untuk melakukan pola tanam serentak dua kali setahun.

Tayang:
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Warga makan bersama pada kegiatan kenduri Blang di Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (27/4/2024). 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat melaksanakan kembali tradisi lama berupa kenduri blang (khanduri sawah), menjelang para petani setempat turun ke sawah.

Kegiatan tersebut diwarnai dengan peusijuk sejumlah peralatan pertanian seperti handtractor yang menjadi salah satu alat sistem pertanian modern saat ini.

Kegiatan kenduri blang itu berlangsung, Sabtu (27/4/2024), di Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga.

Kenduri blang tersebut ikut dihadiri Wakil Ketua MPU Aceh, Prof Dr Muhibbuththabary yang memberikan tausiah terkait pertanian dan kenduri blang.

Hadir juga, Sekda Aceh Barat, Marhaban, SE, keujruen blang, para tokoh Samatiga, serta para petani.

Rangkaian acara diawali dengan tausiah, peusijuk peralatan pertanian, doa, dan makan bersama.

Dalam kegiatan tersebut, petani dan masyarakat di kawasan Paya Lumpat dan sekitarnya sepakat untuk melakukan pola tanam serentak dua kali setahun.

Hal ini berdasarkan hasil musyawarah pemangku adat, petani, unsur pemerintah, dan pegiat sektor pertanian.

“Pemerintah Aceh Barat tentu sangat mendukung pola tanam serentak dua kali dalam setahun, yang sudah dimulai saat ini. Tentunya ini punya banyak manfaat, terutama soal penanganan hama,” kata Sekda Aceh Barat, Marhaban, SE, Sabtu (27/5/2024).

Disebutkan dia, bahwa apa yang telah diinisiasi oleh petani pada prinsipnya pemerintah mendukungnya.

“Jika ada persoalan alat pertanian, infrastruktur pertanian, dan soalan pupuk, itu akan kita cari solusi bagaimanapun caranya agar petani kita tidak terkendala tanam serentak," kata Marhaban.

Tokoh Tani Samatiga, Hafrizal (Toke Bing) yang selama ini menggeluti pertanian mulai dari tanaman padi, palawija hingga sayur mayur menyebutkan, bahwa melihat kondisi unsur hara tanah dan letak geografis daerah, Aceh Barat masih banyak membutuhkan sarana pendukung sektor pertanian.

Ia sepakat menggunakan pola tanam serentak di Samatiga, akan tetapi tidak boleh dipaksa harus tiga kali.

Sebab, menurutnya, kemampuan petani dan kondisi lahan pertanian hanya cocok digarap dua kali musim tanam dalam setahun berjalan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved