Perang Gaza
Israel-Hamas Kembali ke Meja Perundingan, Serangan ke Rafah dapat Ditunda
Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz memberi isyarat pada hari Sabtu bahwa Israel bersedia membatalkan invasi ke Rafah jika Hamas menerima kesepakat
SERAMBINEWS.COM - Seorang pejabat Hamas mengatakan kepada AFP pada Minggu mengatakan tidak ada perselisihan substansial dengan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera yang diusulkan Israel.
Tekanan meningkat terhadap Israel dan Hamas untuk mencapai kesepakatan sebelum Israel memulai operasi militer terbaru di Rafah.
Tim perundingan diperkirakan akan bertemu di Kairo pada hari Senin untuk membahas proposal terbaru mengenai kesepakatan penyanderaan yang akan mencegah invasi Israel ke Rafah.
Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz memberi isyarat pada hari Sabtu bahwa Israel bersedia membatalkan invasi ke Rafah jika Hamas menerima kesepakatan penyanderaan.
Baca juga: 34.454 Warga Palestina Meninggal Dibunuh Israel, Bencana Terbesar Bakal Segera Terjadi Lagi
“Jika ada kesepakatan, kami akan menghentikan operasi tersebut,” katanya kepada Channel 12 Israel.
Para pengunjuk rasa meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel setelah dirilisnya dua video sandera yang ditahan di Gaza yang meminta agar dibebaskan.
Pejabat Hamas mengatakan kepada AFP, "Suasananya positif kecuali ada hambatan baru dari Israel," dan "Tidak ada masalah besar dalam pengamatan dan penyelidikan yang diajukan oleh Hamas mengenai isinya."
Upaya untuk membujuk Israel agar tidak melakukan invasi ke Rafah menjadi semakin intens, dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Joe Biden berbicara panjang lebar tentang situasi tersebut pada Minggu malam.
Selama percakapan, Biden menegaskan kembali dukungannya terhadap keamanan Israel dan membahas opsi pemulangan para sandera.
Kesepakatan yang saat ini sedang dibahas adalah pembebasan sekitar 20 sandera, termasuk wanita, orang tua, dan tentara, selama tiga minggu sebagai imbalan atas pembebasan sekitar 500 tahanan Palestina dan pemulangan 300.000 orang ke Gaza Utara, menurut Jurnal Wall Street .
Setelah gencatan senjata selama tiga minggu, gencatan senjata selama sepuluh minggu akan mulai berlaku, kata seorang sumber di Mesir kepada Maariv.
Selama jangka waktu tersebut, Israel dan Hamas diperkirakan akan mencapai kesepakatan gencatan senjata jangka panjang yang akan mengakibatkan penarikan pasukan Israel dari posisi mereka yang terbagi dua di Jalur Gaza, namun IDF masih dapat menghentikan dan memeriksa warga Palestina yang menyeberang ke wilayah Utara.(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Para-pelayat-membawa-jenazah-anak-kembar-Palestina-yang-tewas-dalam-serangan-Israel-di-Rafah.jpg)