Aceh Tamiang
Sawah Kering, Pemerintah Diminta Aktifkan Sumur Pancang
Ide ini sudah diupayakan sejak beberapa bulan lalu, dan pengaktifan sumur pancang ini diharapkan bisa menjadi solusi yang efektif bagi petani.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Seluruh hamparan sawah di Kabupaten Aceh Tamiang berpotensi mengalami kekeringan dampak cuaca ekstrim dalam dua bulan terakhir. Pemerintah daerah disarankan mengaktifkan seluruh sumur pancang sebagai solusi ancaman gagal panen.
Saran ini disampaikan Ketua Komisi II DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan setelah menerima laporan sekaligus meninjau sejumlah areal persawahan di Karangbaru, Senin (29/4/2024). Berdasarkan informasi yang dihimpunnya, kekeringan lahan ini terjadi di seluruh wilayah Aceh Tamiang.
“Dampak El Nino ini sangat dirasakan pada sektor pertanian, bisa dikatakan seluruh lahan sawah masyarakat kering, harus ada solusi dari pemerintah,” kata Irwan.
Wan Tanindo, sapaannya menyarankan solusi paling efektif yang bisa dilakukan pemerintah daerah mengaktifkan seluruh sumur pancang. Sumur bor ini disebutnya berada di sejumlah titik yang selama ini dikelola kelompok tani.
“Ini menyangkut ketahanan pangan daerah, kalau tidak ada aksi cepat, maka produktivitas padi kita akan minim,” ungkapnya.
Plt Kadistanbunak Aceh Tamiang, Yunus ketika dikonfirmasi mengakui ide yang disampaikan Wan Tanindo sudah diupayakan sejak beberapa bulan lalu. Dia pun setuju kalau pengaktifan sumur pancang ini sebagai solusi paling efektif.
“Kami juga berpikiran seperti itu, hanya saja pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk pompanisasi,” kata Yunus, Senin (29/4/2024).
Terobosan dilakukan Distanbunak Aceh Tamiang dengan mengajukan pengadaan mesin pompa air ke pemerintah pusat sebanyak 126 unit. Namun usulan ini tidak diwujudkan sepenuhnya karena hanya disetujui 10 unit.
“Yang disetujui 10 unit, itupun sepertinya bulan Juni baru kita terima,” kata Yunus.
Yunus berharap pengiriman mesin pompa ini bisa dipercepat untuk membantu petani menghadapi musim panen bulan Mei. “Artinya kalau dikirim Juni, ada beberapa petani yang tidak bisa dibantu saat panen bulan Mei. Kita berharap pemerintah pusat memperepat pengiriman,” kata Yunus.(*)
| Harga Cabai Merah di Aceh Tamiang Turun, Bawang Bertahan |
|
|---|
| Batas Waktu Serahkan Diri Berakhir, Hanya Empat Napi yang Kembali ke LP Kualasimpang |
|
|---|
| Jembatan Gantung terlalu Goyang, Penyeberangan Getek Masih Primadona di Lubuksidup |
|
|---|
| Jagung & Kolam Ikan Mulai Digarap di Bukitrata, Kodim Aceh Tamiang Bidik Penuhi Pasokan Pangan Lokal |
|
|---|
| Petugas dan Warga Binaan LP Kualasimpang Ikrar Bersih Barang Ilegal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mitigasi-cuaca-ekstrem.jpg)