Senin, 13 April 2026

VIDEO

VIDEO - 2 Kabinet Perang Israel Rapat Bahas Rafah, Hamas Yakin Bisa Kalahkan

Salah satu pejabat Israel mengatakan, ada asumsi di antara para pemimpin negara tersebut bahwa Hamas akan secara resmi menolak tawaran terbaru

SERAMBINEWS.COM - Kabinet perang Israel menggelar pertemuan membahas proposal gencatan senjata di Gaza untuk membebaskan para sandera, Kamis (2/5/2024).

para perwira melakukan prospek penyisiran tentara di Kota Rafah.

Informasi menyebutkan rapat Kabinet Perang Perdana Menteri Netanyahu dijadwalnya diikuti dengan pertemuan kabinet keamanan yang lebih luas.

Salah satu pejabat Israel mengatakan, ada asumsi di antara para pemimpin negara tersebut bahwa Hamas akan secara resmi menolak tawaran terbaru untuk kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata.

Kabinet perang sedang membahas kemungkinan tersebut dan potensi dimulainya operasi militer yang telah lama dijanjikan di Rafah.

Bahkan di tengah tekanan internasional terhadap Israel untuk menghindari serangan ke kota paling selatan Gaza.

Dan peringatan seorang pejabat Hamas bahwa serangan terhadap kota tersebut akan menggagalkan perundingan untuk mencapai kesepakatan.

Sementara itu, pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, yakin dia bisa selamat dari serangan militer ke Rafah.

Perunding Arab mengatakan, Sinwar diperkirakan akan menolak kesepakatan apa pun yang tidak mencakup jalan yang kredibel untuk mengakhiri perang.

Para mediator Arab juga mengatakan bahwa Sinwar “percaya bahwa dia telah memenangkan perang, dengan membuka mata dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina dan membawa konflik tersebut ke garis depan urusan global.”

Sinwar mengatakan bahwa semakin lama dia menunggu, semakin besar tekanan internasional terhadap Israel dan aktivitasnya di Gaza.

Dia juga memperkirakan adanya konflik dalam pemerintahan Israel yang pada akhirnya akan memaksa Netanyahu turun dari kekuasaan.

Mayor Jenderal Tamir Hayman, seorang pemimpin Hamas membocorkan percakapan Sinwar.

Pemimpin Hamas itu mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan menunggu kesepakatan yang lebih baik, dibandingkan dengan menyetujui kesepakatan yang tidak menjamin kelangsungan hidupnya atau kemampuan Hamas untuk menyusun kembali dirinya sendiri.

Netanyahu awal pekan ini mengatakan Israel akan melancarkan operasi Rafah terlepas dari apakah kedua belah pihak mencapai kesepakatan gencatan senjata atau tidak.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved