Berita Banda Aceh
Dokter Paru Periksa Perokok di Blangbadang
Menurut dr Nurrahmah Yusuf, stres juga bisa memicu serangan asma. Berusaha untuk mengontrol pikiran dan melakukan aktivitas fisik yang teratur agar me
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perkumpulan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh, Minggu (5/5/2024), memperingati Hari Asma Sedunia, di Blangpadang, Banda Aceh.
Peringatan Asma Sedunia Tahun 2024 ini, PDPI menggelar kegiatan senam pernapasan, pemeriksaan fungsi paru, konsultasi kesehatan serta talkshow di beberapa radio dan media sosial, seperti live di instragram. PDPI juga memberi penyuluhan berupa kuliah subuh tentang kesehatan paru yang diadakan di Masjid Oman Lampriek, Banda Aceh.
Konsultan Asma PPOK RSUD dr Zainoel Abidin Banda Aceh, dr Nurrahmah Yusuf MKed (Paru) SpP (K) FISR, menjelaskan, beberapa cara untuk mengontrol penyakit asma, yaitu dengan identifikasi risiko dan pemicu asma, pengobatan yang tepat saat kambuh atau eksaserbasi, dan yang terpenting pencegahan kekambuhan.
Dikatakan, pemicu umum asma termasuk alergen (tungau debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan jamur), iritan (asap, polusi udara, bahan kimia pembersih yang kuat), dan lainnya (makanan tertentu, obat-obatan tertentu, dan olahraga tertentu). "Makanya penderita asma sebaiknya menghindari rokok, bahkan asap rokok pun harus dihindari, maka sayangi keluarga anda jika anda masih aktif merokok," ujarnya.
Menurut dr Nurrahmah Yusuf, stres juga bisa memicu serangan asma. Berusaha untuk mengontrol pikiran dan melakukan aktivitas fisik yang teratur agar meningkatkan kesehatan dan fungsi paru-paru secara keseluruhan.
Namun, penderita asma akibat olahraga harus mendiskusikan rencana olahraga yang tepat dengan dokter mereka, karena pemeriksaan rutin secara keseluruhan diperlukan untuk memantau asma. Pengidap asma harus menjaga berat badan yang sehat, karena obesitas dapat memperburuk gejala asthma.
"Pola makan sehat harus kaya buah-buahan dan sayuran agar dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan juga membantu pengendalian asma," kata Dosen Pulmonologi dan Kedokteran Rrespirasi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh itu.
Sementara itu, dr Irmaini MPH SpP(K), menyampaikan, dari sekian banyak masyarakat yang diperiksa, ditemukan adanya anak usia 15 tahun perokok aktif dengan kadar CO tinggi dan ternyata anak tersebut merokok sejak kelas 1 SMP. Penemuan anak umur 15 tahun sebagai perokok aktif ini menjadi agenda penting Pemerintah Aceh untuk memaksimalkan edukasi ke masyarakat khususnya remaja usia sekolah akan bahaya merokok dan efek asap rokok bagi orang sekelilingnya.
"Semoga masyarakat menjadi sadar akan pentingnya pengetahuan tentang pencetus dan pencegahan asma, dan bagaimana membangun komitmen kita bersama untuk menurunkan angka kesakitan akibat asma dan meningkatkan kualitas hidup pasien asma," ujarnya.
Dari berbagai kegiatan yang dipusatkan di Blang Padang, terdapat salah satu pemeriksaan yang sangat menarik bagi masyarakat, yaitu pemeriksaan smokeanalyzer. Smokeanalyzer adalah suatu alat yang dapat membantu mengukur kadar gas monoksida dalam saluran pernapasan.
Pemeriksaan ini dilakukan oleh Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indonesia USK bekerja sama dengan Dokter Paru Aceh. Target pemeriksaan adalah masyarakat Banda Aceh yang sedang melakukan olahraga dan pekerja di Blangpadang.(adi)
| Mualem Kembali Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana, Sudah Kali Keempat |
|
|---|
| Muslim Mundur, AHY Tunjuk Rian Syaf Jadi Plt Ketua Partai Demokrat Aceh, Ini Profilnya |
|
|---|
| Muslim Mundur, AHY Tunjuk Rian Syaf jadi Plt Ketua Partai Demokrat Aceh |
|
|---|
| Sekda Akui Resah dengan Konten Medsos Saat Ini, M Nasir: Ancam Kearifan Lokal |
|
|---|
| Peringati HGN Ke-66, DPD PERSAGI Aceh Gelar Edukasi Gizi Serentak di 65 Sekolah, Diikuti 2.505 Siswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Hari-Asma-Sedunia-2024_Aceh.jpg)