Selasa, 12 Mei 2026

Berita Pidie

Pemkab Pidie Bangun Ratusan Rumah Bantuan

Verifikasi terhadap penerima rumah bantuan akan melibatkan aparatur gampong sehingga tepat sasaran. Rencananya, Juni 2024 kita akan membuat kontrak de

Tayang:
Editor: mufti
For Serambinews.com
ILUSTRASI 

Verifikasi terhadap penerima rumah bantuan akan melibatkan aparatur gampong sehingga tepat sasaran. Rencananya, Juni 2024 kita akan membuat kontrak dengan sistem proses pelelangan. YUSBINDAR, Kabid Perumahan Perkim Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI -  Pemkab Pidie membangun ratusan rumah untuk kaum duafa pada tahun 2024. Rumah yang dibangun itu dengan sumber Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan Dana Alokasi Umum (DAU), yang ditangani Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Pidie.

Untuk diketahui, sejak tahun 2017 hingga 2023 tercatat 3.343 unit rumah bantuan sudahh dibangun di Pidie. 3.343 unit rumah telah dibangun itu lengkap dengan by name dan by address.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Pidie, Yusbindar kepada Serambi, Senin (6/5/2024), mengatakan, tahun 2024, Pidie membangun rumah bantuan bersumber dari DOKA berjumlah 86 unit dan DAU 14 unit.

Ia menjelaskan, total pembangunan rumah baru pada tahun 2024 berjumlah 100 unit. Untuk DOKA, satu unit rumah dengan besaran dana diusulkan Rp 100 juta. Sedangkan pembangunan rumah bersumber DAU, dialokasikan dana Rp 97 juta per unit.

Kata Yusbindar, pembangunan rumah bersumber dari DAU dan DOKA diusulkan melalui pokir DPRK Pidie. Sehingga, penerima rumah bantuan itu diusulkan anggota dewan Pidie. Penerimah rumah hasil usulan dewan itu tetap.dilakukan validasi terhadap penerima rumah bantuan.

Kriteria penerima rumah bantuan Pemkab Pidie antara lain tercatat sebagai miskin. Lalu, fakir, disabilitas, yatim piatu, berumur 40 tahun dan belum memiliki rumah baik secara hunian maupun kepemilikan. Jika kriteria tidak terpenuhi, maka penerima rumah diusulkan dewan tetap dicoret

"Verifikasi terhadap penerima rumah bantuan akan melibatkan aparatur gampong sehingga tepat sasaran. Rencananya, Juni 2024 kita akan membuat kontrak dengan sistem proses pelelangan. Sebab, rumah itu akan dibangun rekananan sebagai pemenang tender," ujarnya.

Kata Yusbindar, saat ini pembangunan rumah, baik bangun baru maupun rehab sudah dilakukan pemerintah mulai tahun 2017 hingga 2023. Pada tahun 2017 dengan sumber DAK hingga 2023, dikerjakan balai dalam bentuk rehab berjumlah 1.129 unit.

Selanjutnya, rumah dibangun baru bersumber dari DAK pada tahun 2017 hingga 2023 berjumlah 315 unit. Selain itu, rumah dibangun dalam bentuk rehab oleh Dinas Perkim Pidie tahun 2019-2023 berjumlah 32 unit. Pemerintah melalui APBA membangun baru sejak tahun 2019-2023 berjumlah 1.867 unit. 

Ia menyebutkan, total rumah dibangun baru dan rehab dengan sumber DAK, DAU, DOKA, APBA dan jamaah safari subuh mencapai 3.343 unit.

"Penerima rumah bantuan itu lengkap dengan by name dan by address. Artinya, penerima rumah bantuan berjumlah 3.343 unit itu lengkap dengan penerimanya dan alamat penerima rumah. Dengan modal by name dan by address, dengan harapan penerima rumah itu tidak tumpang tindih," ungkapnya.(naz)

Tak Dilaporkan

Di sisi lain, Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Pidie, Yusbindar mengatakan, dirinya berharap kepada lembaga maupun donatur yang membangun rumah bantuan, sejatinya mau melaporkan kepada Perkim Pidie. Sehingga, pihaknya bisa mencatat jumlah rumah bantuan yang dibangun.

Selain itu, kata Yusbindar, dengan dilaporkan bantuan rumah, salah satu cara untuk menghindari double penerimaan rumah bantuan. Saat ini, Baitul Mal Aceh dan gampong yang membangun rumah dengan APBG tidak melaporkan saat membangun rumah bantuan di gampong.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved