Sabtu, 25 April 2026

VIDEO

VIDEO Hamas Setujui Gencatan Senjata, Israel 'Kecewa' Lanjutkan Serang Rafah

Netanyahu menegaskan Israel akan tetap menjalankan rencana operasi militer di Rafah.

Editor: T Nasharul

SERAMBINEWS.COM - Hamas telah menyetujui rencana gencatan senjata di Jalur Gaza yang diusulkan oleh Mesir dan Qatar sebagai juru penengah.

Dalam pernyataannya pada hari Senin, (6/5/2024), Hamas mengatakan Ismail Haniyeh yang menjadi kepala biro politik Hamas sudah menelepon Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dan Menteri Intelijen Mesir Abbas Kamel untuk menyampaikan hal itu.

Kalil Al-Hayya, salah satu anggota biro politik Hamas, berujar bahwa usulan gencatan itu termasuk penarikan pasukan Israel dari Gaza dan pengembalian pengungsi Palestina ke rumah mereka serta pertukaran sandera.

Dalam usulan itu terdapat tiga tahap gencatan senjata yang masing-masing berlangsung selama 42 hari.

Baca juga: VIDEO - RICUH! Warga Geruduk Rumah PM Israel, Minta Gencatan Senjata dan Pulangkan Sandera

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum menyambut baik pernyataan Hamas.

Dia mengatakan usulan yang disetujui Hamas itu masih “jauh dari persyaratan dasar dari Israel”.

Netanyahu berujar bahwa Israel akan meneruskan perundingan dengan Hamas.

Meski demikian, pemimpin sayap kanan itu menegaskan Israel akan tetap menjalankan rencana operasi militer di Rafah.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Israel, AS, Lebanon, Iran, Turki, Presiden Palestina setelah Hamas Setujui Gencatan Senjata, 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved