Berita Banda Aceh

YARA Desak Pj Gubernur Aceh Hadirkan Bank Konvensional: Hindari Kekacauan saat PON 2024 di Aceh

Di antara kekacauan yang mungkin terjadi adalah tidak tersedia ATM yang memadai, tidak ada uang di ATM, tidak ada kantor layanan bank konvensional.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Taufik Hidayat
YouTube Serambinews
Ketua YARA, Safaruddin SH MH. 

YARA Desak Pj Gubernur Aceh Hadirkan Bank Konvensional: Hindari Kekacauan saat PON 2024 di Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH MH meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menghadirkan kembali pelayanan Bank Konvensioal di provinsi paling barat Indonesia ini.

Hal ini, menurut dia, agar pada pelakasanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 yang akan dihelat di Aceh dan bakal dihadiri belasan ribu orang, agar tidak terjadi kekacauan dalam proses transaksi keuangan.

Dikatakannya, perhelatan ajang olahraga terbesar di Indonesia ini tentunya membutuhkan dukungan semua lembaga terkait, terutama dari sektor jasa layanan perbankan.

Namun, di Aceh sejak tahun 2021, sudah tidak tersedia layanan perbankan konvensional, semua sudah ditutup.

“Kita semua tentunya mendukung Aceh menjadi tuan rumah PON XXI dengan layanan prima, memuaskan semua pihak, terutama atlit, keluarga atlit dan pengunjung yang diperkirakan akan membeludak,” ujar Safaruddin dalam sebuah diskusi di Banda Aceh, Kamis (9/5/2024).

Baca juga: Data Hingga 3 Mei 2024, Anggaran PON Sudah Terserap Rp 100 Miliar dari Pagu Rp 614 Miliar

“Di antara kekacauan yang akan terjadi adalah tidak tersedia ATM yang memadai, tidak ada uang di ATM, kartu ATM tertelan, layanan QRIS tidak merata, jaringan internet macet, tidak ada kantor layanan bank konvensional dan lain-lain,” ujar Safaruddin mencontohkan.

Menurut Safaruddin, PON 2024 akan dihadiri lebih 10 ribu pengunjung dari luar Aceh.

Sebagian besar dari pengunjung dipastikan memakai jasa layanan perbankan konvensional.

“Pemerintah Aceh sebagai tuan rumah PON XXI harus memetakan permasalahan ini, sebelum terjadi kekacauan,”

“Caranya segera undang bank konvensional untuk membuka kantor cabang di Aceh,” saran Safaruddin.

“Kami memandang kehadiran bank konvensional di Aceh sangat mendesak. Sebab pembukaan PON XXI tinggal menghitung hari,” ujar dia meyakinkan.

Safaruddin meminta Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah agar tak ragu dalam mengundang kehadiran semua bank konvensional di Aceh yang pernah ada sebelum tahun 2021.

“Sebab, kalau terjadi terjadi kekacauan nantinya pasti Pj Gubernur yang pertama sekali disalahkan. Yang lain pasti tiarap semua,”

“Makanya Pj Gubernur harus bertindak segera, sebelum terlambat,” saran Safaruddin.

Baca juga: Event PON XXI Diharapkan Bisa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Aceh

Menurut Safaruddin, semakin banyak tersedia layanan perbankan di Aceh maka semakin bagus, persaingan bisnis akan terjadi, monopoli satu sistem layanan perbankan akan berakhir.

“Akan banyak sumber pendanaan usaha rakyat dengan tingkat persentase suku bunga yang kompetitif,”

“Bank adalah lembaga komersil yang mengedepankan laba, jadi biarkan rakyat memilih mana yang murah, mudah dan ramah,” ujar dia.

Safaruddin meminta agar elite Aceh untuk berpikir terbuka, rasional serta mampu bersaing secara global dan tidak mengisolasi Aceh dari pergaulan global.

“Saya membaca ada pihak yang menginginkan Aceh ini terpuruk dari pergaulan nasional dan global. Sedih sekali kita,” katanya.

Kata Safaruddin, Aceh adalah bagian dari masyarakat Indonesia dan dunia sehingga jangan ada upaya mengisolasi Aceh dari pergaulan bisnis multinasional.

“Jangan bawa Aceh untuk hidup di bawah tempurung,” saran Safaruddin yang tercatat sebagai mahasiswa Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Syiah Kuala ini. (Serambinews.com/ar)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved