Berita Subulussalam

Bantah Lakukan Pencemaran Lingkungan, Begini Klarifikasi Manajemen Perusahaan PT Sawit Panen Terus

Yasir juga membantah jika di lahannya terdapat sungai besar yang menghubungkan ke Air Terjun Silangit di Desa Singgersing.

Penulis: Khalidin | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Manager PT Sawit Panen Terus (SPT), M Yasir saat menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, beberapa hari lalu. 

Laporan Khalidin Umar Barat | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Manajemen PT Sawit Panen Terus atau SPT yang beroperasi di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam mengklarifikasi tudingan jika pihaknya telah melakukan pencemaran lingkungan.

Klarifikasi itu disampaikan M Yasir selaku Manajer PT SPT dalam keterangan persnya kepada Serambinews.com, Selasa (14/5/2024).

Dia mengatakan, kehadiran PT SPT di Kota Subulussalam dalam rangka investasi dan memajukan perekonomian masyarakat di sana.

Hal itu terbukti ada ratusan karyawan dipekerjakan di perusahaan yang bergelut di bidang perkebunan kelapa sawit ini.

Kemudian, Yasir juga mengatakan, areal PT SPT merupakan areal yang sudah bersertifikat final (SHM), tidak mungkin ada SHM di lahan hutan.

“Makanya, kami membantah soal narasi pengrusakan hutan. Itu salah besar karena areal yang dibuka oleh PT SPT tersebut memiliki status APL (Areal Penggunaan Lain)," tegas Yasir.

Yasir juga membantah jika di lahannya terdapat sungai besar yang menghubungkan ke Air Terjun Silangit di Desa Singgersing.

Kemudian, Yasir menyatakan, jika dalam dua bulan terakhir, SPT tidak lagi melakukan pembukaan areal hutan.

Sedangkan yang saat ini beraktivitas di Singgersing, ditegaskan Yasir, bukan PT SPT dan diduga ada banyak pemain lain yang membuka lahan di daerah sekitar sana.

Dikatakan juga bahwa, ada 20 persen areal SPT yang tidak dibuka yakni areal yang tetap dihutankan sebagai penyangga serta tempat hidup margasatwa.

“Sungai di lingkungan perumahan karyawan kami yakni di Pondok 1 Namo Buaya cenderung kena dampak air keruh dari hulu yang notabenenya karyawan menggunakan air ini, sehingga kami sering tekor air bersih, artinya kami malah menjadi korban dampak kekurangan air ini," ujar Yasir.

Kemudian, disebutkan Yasir, untuk masalah air bersih, setiap terjadi hujan, air di sungai menjadi keruh.

Sehingga air keruh ini akan sangat subjektif bila disalahkan kepada perusahaan.(*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved