Senin, 4 Mei 2026

Konflik Palestina vs Israel

50 Tentara Israel Terluka Dirudal Antitank oleh Brigade Qassam, IDF di Rafah Jadi Target

Bentrokan sengit antara pejuang Gaza dengan tentara Israel di Gaza menyebabkan puluhan korban terluka di pihak Israel.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
khaberni/HO
Tentara Israel (IDF) mengevakuasi rekan mereka yang terluka parah dalam pertempuran di Jalur Gaza. Di lingkungan Zaytoun, pasukan IDF dilaporkan menghadapi perlawanan sengit faksi-faksi milisi perlawanan Palestina di mana Brigade Al Qassam, Brigade Al QUds, dan Brigade Martir Al-Aqsa menyatukan serangan mereka terhadap pasukan IDF. 

SERAMBINEWS.COM - Bentrokan sengit antara pejuang Gaza dengan tentara Israel di Gaza menyebabkan puluhan korban terluka di pihak Israel.

Israel telah memperluas operasi di tengah perlawanan keras Palestina tidak hanya di Rafah tetapi juga di seluruh Gaza.

Israel mengumumkan setidaknya 50 tentara terluka dalam 24 jam terakhir, di tengah perluasan pertempuran antara pasukan Israel dan pejuang Hamas, Al-Jazeera melaporkan pada 13 Mei.

Korban jiwa ini terjadi ketika Israel memperluas serangannya terhadap Rafah di perbatasan Mesir dan memperbarui operasi di lingkungan Zeitoun, sebelah timur Kota Gaza, dan di kamp pengungsi Jabaliya serta Beit Hanoun dan Beit Lahiya di Gaza utara.

Pada hari Minggu, tank-tank Israel maju ke lingkungan al-Jeneina dan As-Salam di Rafah, di mana mereka dihadang oleh anggota Brigade Qassam, sayap militer Hamas, yang menggunakan rudal jarak pendek dan rudal antitank.

Sekitar 350.000 pengungsi Palestina telah meninggalkan Rafah menjelang kemajuan Israel.

“Jalan-jalan yang sebelumnya dipenuhi [orang-orang] yang tinggal di tenda-tenda darurat, sebagian besar tenda-tenda tersebut telah dibongkar dan orang-orang mengungsi. Area di sekitar gedung PBB [di pusat kota] tidak dapat dikenali… semua orang yang berada di sana yang mencari perlindungan di sana telah melarikan diri,” kata Dr. James Smith, seorang petugas medis Inggris yang saat ini berada di Rafah, kepada The Guardian.

Surat kabar Inggris itu menambahkan bahwa pertempuran di seluruh Gaza disertai dengan serangan udara dan penembakan besar-besaran Israel.

“Bombardir dari udara dan darat belum berhenti sejak kemarin, mereka melakukan pengeboman di mana-mana, termasuk di dekat sekolah yang menjadi tempat tinggal warga yang kehilangan tempat tinggal. Perang kembali dimulai, begini penampakannya,” kata Saed, 45, warga warga Jabaliya, kepada The Guardian.

Militer Israel mengatakan jet tempur dan pesawat lainnya menyerang sekitar 30 sasaran Hamas di Jabaliya, menewaskan beberapa pejuang, menjelang masuknya Divisi ke-98 ke dalam kamp tersebut.

IDF mengatakan Divisi ke-99 sedang memerangi Hamas di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza dan mengklaim telah membunuh beberapa pejuang Hamas dalam pertempuran jarak dekat dan serangan udara di sana.

Militer menambahkan bahwa di seluruh Gaza pada hari Minggu, mereka melakukan serangan udara terhadap lebih dari 150 sasaran, menurut militer Israel.

Abdel-Kareem Radwan, warga Palestina berusia 48 tahun di Jabaliya, menggambarkan pemboman yang intens dan terus-menerus sejak Sabtu sebagai “kegilaan.”

Dr. Adam Hamawy, seorang ahli bedah trauma yang menjadi relawan di Gaza dan sebelumnya bertugas bersama tentara AS di Irak, mengatakan kepada MSNBC pada hari Minggu bahwa:

“Saya telah melihat pertempuran di zona perang...tidak seperti ini...Saya telah melakukannya lebih banyak amputasi dan melihat lebih banyak amputasi traumatis pada anak-anak daripada yang pernah saya lihat sepanjang karier saya dalam dua minggu terakhir."


"Saya telah melihat pertempuran di zona perang...ini tidak seperti ini...Saya telah melakukan lebih banyak amputasi & melihat lebih banyak amputasi traumatis pada anak-anak daripada yang pernah saya lihat sepanjang karier saya dalam 2 minggu terakhir." Dr Adam Hamawy, ahli bedah trauma yang bertugas di Irak, tentang kondisi di Gaza" tulis akun X @AymanMSNBC.

Baca juga: VIDEO Balon Mata-mata Israel Ditembak Jatuh Hizbullah, Gagal Intai Perbatasan Lebanon

Pasukan Israel Masuk Jebakan Al-Quds di Jabalia, Tewas Diserang dari Dekat, IDF di Rafah Jadi Target

Di tengah serangan Israel tanpa henti di Gaza, faksi-faksi perlawanan Palestina terus menghadapi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di berbagai medan pertempuran.

Pada Selasa (14/5/2024), Brigade Al-Quds merilis laporan mereka terkait serangan terhadap IDF di Jabalia dan Rafah.

Dikutip dari Al Mayadeen, Al-Quds sukses menjebak pasukan Israel di Jabalia dengan menyergap mereka.


Al-Quds melaporkan pasukan-pasukan Israel yang masuk jebakan tewas diserang dari jarak dekat.

Tak hanya itu, pejuang Al-Quds juga berhasil meledakkan perangkat Barq di buldoser D9 di daerah Abu Zaytoun, kamp Jabalia, pada Selasa fajar.

Mereka juga menembak seorang pasukan IDF yang bersembunyi di dalam gedung di area yang sama.

Pasukan infanteri IDF di Jalan Abu al-Aish juga tewas setelah diserang Al-Quds menggunakan rentetan mortir kaliber 60.

Al-Quds juga mengungkapkan para pejuangnya berhasil menargetkan pasukan IDF di Rafah.

Selain pasukan IDF, kendaraan militer Israel juga dihancurkan Al-Quds menggunakan mortir kaliber 60.

Baca juga: Turki Umumkan Segera Seret Israel ke Mahkamah Internasional

Situasi di Jabalia

Dilansir Palestine Chronicle, Jabalia turut menjadi wilayah yang terus-menerus diserang oleh Israel.

Di Jabalia, pasukan Israel melanjutkan upaya mereka untuk menembus kamp tersebut.

Tentara-tentara IDF melancarkan serangan dari timur Gaza, bergerak dalam garis melengkung, dan menyerang kamp Jabalia dari dua arah berbeda, selatan dan timur.

Pertempuran paling sengit saat ini terjadi di wilayah yang dikenal sebagai sekolah kamp pengungsi Jabalia.

Sekolah-sekolah itu dioperasikan oleh badan pengungsi PBB, UNRWA.


Informasi yang diperoleh Palestine Chronicle, ada ratusan pengungsi yang terjebak di sekolah-sekolah tersebut.

Sementara itu, faksi-faksi perlawanan Palestina masih terus menghadapi serangan militer Israel.

Beberapa brigade melaporkan mereka berhasil meledakkan sejumlah tank dan kendaraan pengangkut IDF di Jabalia.

Hingga Selasa, Palestine Chronicle melaporkan Israel gagal masuk ke kamp pengungsi di Jabalia.

PBB akan Gelar Sidang

Pengadilan Tinggi PBB mengatakan pihaknya akan mengadakan sidang pada Kamis (16/5/2024) dan Jumat (17/5/2024), sebagai tanggapan atas permintaan Afrika Selatan untuk memberlakukan perintah darurat pada Israel demi menghentikan serangan ke Rafah.

Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, akan mendengarkan pendapat pengacara Afrika Selatan pada Kamis, diikuti dengan tanggapan Israel pada hari berikutnya, dilansir Al Arabiya.

Awal bulan ini, Afrika Selatan mengajukan petisi kepada ICJ untuk mengambil tindakan sementara atas serangan ke Rafah.

Afrika Selatan meminta pengadilan agar memerintahkan Israel untuk "segera menarik diri dan menghentikan serangan militernya."

Afrika Selatan juga meminta pengadilan untuk mendesak Israel mengambil "semua tindakan efektif" untuk memfasilitasi akses "tanpa hambatan" bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Hampir 450.000 warga Palestina baru saja mengungsi dari Rafah dalam beberapa hari terakhir, dan sekitar 100.000 dari Gaza utara.

Sementara itu, badan-badan PBB memperingatkan "tidak ada tempat yang aman" di wilayah tersebut.

Perang Gaza paling berdarah ini telah menewaskan sedikitnya 35.173 orang, sebagian besar warga sipil Palestina, menurut kementerian kesehatan Gaza.

 

 

Baca juga: Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini 15 Mei 2024 Naik, Berikut Rincian Harganya

Baca juga: VIDEO Balon Mata-mata Israel Ditembak Jatuh Hizbullah, Gagal Intai Perbatasan Lebanon

Baca juga: VIDEO - Jamaah Calon Haji Indonesia Bisa Masuk Raudhah Pakai Tasreh

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 50 Tentara Israel Terluka Dirudal Antitank oleh Brigade Qassam di Al-Jeneina dan As-Salam, Rafah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved